Akurat Logo

Penembakan WNI di Malaysia Menambah Daftar Buruk Penanganan Pekerja Migran

Paskalis Rubedanto | 28 Januari 2025, 10:35 WIB
Penembakan WNI di Malaysia Menambah Daftar Buruk Penanganan Pekerja Migran

AKURAT.CO Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden penembakan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/1/2025).

"Insiden ini menambah daftar buruknya penanganan PMI di negara jiran tersebut. Kejadian ini termasuk salah satu tindakan terburuk karena dilaporkan menyebabkan satu orang meninggal, satu orang dalam kondisi kritis dan tiga orang lainnya dirawat di beberapa rumah sakit di Kawasan Selangor," jelas Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, melalui keterangannya, Selasa (28/1/2025).

Menurut Saleh, PAN mengecam keras atas sikap dan tindakan berlebihan yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dalam menangani pekerja migran asal Indonesia.

"Walaupun diduga hendak masuk secara tidak prosedural, namun tidak selayaknya mereka ditembak. Itu melanggar HAM dan nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Baca Juga: DPR Desak Malaysia Jangan Menutupi Fakta Kasus Penembakan 5 Pekerja Migran Indonesia

Karena itu, PAN mendesak semua otoritas terkait untuk segera mengusut tuntas tragedi ini.

Pemerintah Indonesia diminta memantau secara seksama penanganan kasus ini oleh otoritas Malaysia.

"Jangan ada hal-hal yang ditutupi. Semuanya harus dibuka secara transparan berdasarkan asas kemanusiaan dan keadilan," ujarnya.

Saleh juga menyayangkan fakta bahwa sampai hari ini APMM belum memberi akses kepada aparat Indonesia untuk menjenguk korban yang sedang dirawat.

Baca Juga: DPR Kecam Penembakan 5 Pekerja Migran Indonesia oleh Maritim Malaysia, hingga Tewaskan Satu Orang

"Tidak ada alasan dan keterangan yang diberikan terkait larangan itu. Semoga saja tidak ada upaya menutup-nutupi fakta atas insiden berdarah ini," tuturnya.

PAN melalui anggota DPR yang duduk di komisi dan posisi terkait dipastikan akan ikut mengawasi penanganan kasus ini.

Sembari menunggu penyelesaian kasus, pemerintah diminta untuk memperhatikan keluarga para korban.

Keluarga mereka diharapkan segera ditemukan. Dengan begitu, informasi dan bantuan dapat diberikan secara langsung kepada mereka.

Baca Juga: Komisi III DPR Desak Evaluasi Operasi di Papua Usai Penembakan yang Menewaskan Briptu Iqbal Anwar Arif

"PAN berharap kasus ini cepat dituntaskan. Apalagi, persahabatan Indonesia-Malaysia saat ini sangat baik-baiknya. Karena itu, jangan biarkan dinodai dengan tindakan tidak profesional oleh pihak manapun," pungkas Saleh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.