Akurat

Beda dengan Litbang Kompas, Survei Celios Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Perlu Bebenah

Citra Puspitaningrum | 25 Januari 2025, 21:26 WIB
Beda dengan Litbang Kompas, Survei Celios Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Perlu Bebenah

AKURAT.CO Lingkar Madani (Lima) menyoroti hasil survei terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) terkait kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam survei tersebut, tingkat kesuksesan Presiden Prabowo hanya berada di angka 5, sementara Gibran di angka 2.

Direktur Eksekutif Lima, Ray Rangkuti, menilai hasil survei ini menjadi peringatan bagi pemerintahan saat ini untuk segera berbenah. Survei Celios juga memotret kinerja para menteri dan mengelompokkan beberapa di antaranya ke dalam kategori yang layak direshuffle akibat kinerja yang dinilai buruk.

"Jika melihat kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berdasarkan survei ini, kita akan dihadapkan pada kenyataan bahwa begitu banyak hal yang harus diperbaiki dan dikerjakan. Tantangannya besar, persoalan yang harus diselesaikan juga tidak sedikit," ujar Ray di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

Baca Juga: Angka Kepuasan Masyarakat Belum Cerminkan Target Indonesia Emas 2045

Dia menyinggung, perbedaan hasil survei Celios dengan survei litbang Kompas yang memberikan gambaran lebih positif terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, hasil survei Celios lebih mencerminkan tantangan nyata yang harus dihadapi untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

"Survei ini menjadi evaluasi penting. Jika pemerintah ingin mencapai Indonesia Emas, maka harus serius menyelesaikan persoalan yang ada," tegasnya.

Sebelumnya, Survei Litbang Kompas membahas soal 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Survei ini memberikan angka fantastis terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Gibran Rakabuming Raka dengan capaian tingkat kepuasan responden mencapai angka 80,9 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.