Mendagri: Regulasi Baru Poligami untuk Lindungi Keluarga dan Cegah Perceraian

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menegaskan, regulasi baru terkait poligami yang dirancang pemerintah bertujuan memperketat prosedur pernikahan kedua atau seterusnya, dengan fokus utama mencegah perceraian dan melindungi keluarga.
Sejumlah persyaratan ketat diberlakukan untuk memastikan perlindungan terhadap hak-hak istri dan anak.
Menurut Tito, aturan tersebut dirancang untuk menghindari perceraian yang mudah terjadi, khususnya dalam situasi tertentu seperti kondisi kesehatan istri yang menyebabkan ketidakmampuan menjalankan kewajiban rumah tangga.
Selain itu, pasangan yang telah menikah lebih dari 10 tahun tanpa memiliki keturunan juga menjadi salah satu pertimbangan untuk pengajuan poligami.
Baca Juga: Mendagri: Poligami Tidak Didukung, Kecuali dalam Kondisi Tertentu
"Ini adalah isu untuk mempersulit perceraian. Jika suami ingin menikah lagi, dia harus memenuhi banyak persyaratan. Salah satunya adalah mendapatkan izin dari istri yang diberikan tanpa paksaan, dan izin tersebut harus diperkuat oleh keputusan pengadilan," ujar Tito saat memberikan pernyataan di Mal Pelayanan Publik, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2025).
Regulasi baru ini juga mengharuskan persetujuan dari atasan suami dan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) jika suami merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
Tito menekankan, mekanisme persetujuan yang berlapis ini justru dirancang untuk memperkuat perlindungan terhadap keluarga, bukan untuk mempermudah praktik poligami.
"Dulu, mekanisme seperti ini tidak ada. Sekarang, izin harus datang dari istri, atasan, hingga dewan pertimbangan. Ini semua demi melindungi keluarga, terutama anak-anak, agar tidak menjadi korban perceraian yang sebetulnya bisa dihindari," tambahnya.
Tito menegaskan, regulasi ini bertujuan mengurangi kasus di mana istri dan anak ditinggalkan tanpa alasan yang jelas atau perlakuan yang adil.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan stabilitas rumah tangga yang lebih baik dan menghindari kerugian emosional bagi anggota keluarga.
Baca Juga: Alwi Farhan Siap Debut di Istora Senayan pada Indonesia Masters 2025
"Aturan ini hadir untuk memastikan tidak ada suami yang meninggalkan istri dan anaknya begitu saja. Jadi, ini bukan untuk memudahkan poligami, tetapi untuk melindungi keluarga secara menyeluruh," tutup Tito.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









