Akurat

DPR Yakin Program Makan Bergizi Gratis Bisa Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Siti Nur Azzura | 7 Januari 2025, 20:05 WIB
DPR Yakin Program Makan Bergizi Gratis Bisa Turunkan Angka Stunting di Indonesia

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyambut baik dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia berharap, program andalan Presiden Prabowo Subianto itu bisa tepat sasaran dan dapat tersalurkan dengan baik.

Dia meyakini, program MBG dapat mengurangi stunting yang masih tinggi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Prabowo untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

"Angka stunting di Indonesia masih jauh dari target penurunan sebesar 14 persen pada 2024. Maka memang harus ada intervensi lebih untuk menekan angka stunting di Tanah Air," ucap Cucun kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/1/2025).

"Salah satu upayanya dapat dilakukan lewat pemenuhan asupan bergizi bagi anak-anak kita seperti melalui program MBG ini," tambahnya.

Baca Juga: DLH DKI Jakarta Siap Kelola Sampah Organik dari Program Makan Bergizi Gratis

Melalui program MBG, dia juga meyakini bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah terwujud. Sebab, anak-anak sudah menerima gizi yang layak sejak dini.

"Kita berharap tujuan program ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai," ujarnya.

Cucun memastikan, DPR akan mendukung langkah pemerintah demi menunjang MBG berjalan dengan lancar, termasuk dari sisi penganggaran dan pengawasan program sesuai kewenangan dewan.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan agar pemerintah memperkuat regulasi mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

"Termasuk monitoring atau pengawasan yang ketat karena program MBG dapat dianggap sukses jika tepat sasaran, diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, dan tidak menimbulkan kerugian atau beban tambahan bagi masyarakat," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.