Perlu Pembenahan dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan pemerintah pada hari ini, sudah tepat dalam upaya mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
"Melihat arah kebijakannya ini sudah baik, yaitu untuk mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat," kata Pengamat Kebijakan Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, saat dihubungi Akurat.co, Senin (6/1/2025).
Namun, dia menilai pelaksanaan program ini masih bersifat bertahap dan membutuhkan pembenahan dalam tata kelolanya. Saat ini, program tersebut baru diterapkan di 190 titik, dengan fokus utama pada siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di sekolah negeri.
Baca Juga: Prabowo Pantau dari Jauh Hari Pertama Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
"Pelaksanaannya masih bertahap dan perlu pembenahan terhadap tata kelola karena ini baru 190 titik. Belum menyangkut bagaimana SOP-nya, kemudian peraturan teknis, baik petunjuk pelaksanaan, juga belum matang, terutama karena berada di daerah," ujarnya.
Dia juga menyoroti, sekolah swasta yang belum banyak terakomodasi dalam program ini. Menurutnya, ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar program MBG dapat dirasakan secara lebih merata oleh semua lapisan masyarakat.
"Pada hari pelaksanaan pertama, program ini baru untuk sekolah-sekolah negeri, sementara sekolah swasta belum banyak terjangkau. Ini masih bertahap," tambahnya.
Dia berharap, pemerintah dapat segera menyempurnakan aturan teknis dan memperluas cakupan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi konkret dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, sekaligus mendukung generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








