Akurat

Prabowo Optimis Indonesia Tak Impor Beras Lagi Tahun Depan

Rizky Dewantara | 2 Desember 2024, 18:35 WIB
Prabowo Optimis Indonesia Tak Impor Beras Lagi Tahun Depan

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengatakan, produksi pangan nasional terus meningkat. Dia pun optimis, Indonesia tak akan lagi impor beras di tahun 2025.

Dan sangat besar kemungkinan dan keyakinan saya tahun 2025, kita tidak akan impor beras lagi," kata Prabowo ketika menyampaikan pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Antara, Senin (2/12/2024).

Tak hanya beras, Prabowo juga ingin Indonesia tak lagi impor komoditas pangan lainnya. Sebab, Kepala Negara optimistis Indonesia akan semakin kuat dalam bidang pangan.

"Semakin ke depan kita akan tambah kuat di bidang ini (pangan). Kita nanti tidak hanya bebas dari impor beras, tapi kita harus bebas dari impor semua komoditas pangan," imbuhnya.

Baca Juga: Bulog Bakal Impor Beras 1,2 Juta Ton Sebelum Desember 2024

Dia pun mengucapkan terima kasih, kepada tim Menko Pangan dan semua menteri-menteri yang berurusan dengan pangan. Dalam rapat terbatas terakhir beberapa hari yang lalu, dia mengaku mendapat paparan yang sangat menggembirakan.

"Produksi pangan kita naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini. Yang ada di gudang kita, saya kira mendekati 2 juta ton," katanya.

Menurutnya, cadangan pangan uang cukup berkat kerja keras jajaran anggota kabinet dan kepala badan. Prabowo juga berterima kasih kepada Menteri Dalam Negeri yang ikut membantu mengendalikan pemantauan inflasi.

Selain itu, dia juga berterima kasih atas dukungan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, sehingga pemerintahan saat ini mampu mengatasi tantangan tahun ini yang tidak ringan, seperti El Nino sekaligus La Nina.

"Musim kering, tapi kita mampu mengatasi, mampu menghadapi di tengah suasana geopolitik yang tidak ringan. Masalah geopolitik berpengaruh dengan masalah pangan," ujar Prabowo.

Dia menilai, jika terjadi suatu ketegangan dan krisis, negara-negara yang biasanya ekspor pangan akan menghentikan ekspornya. "Ini fenomena yang sudah terjadi berkali-kali. Karena itu, terima kasih alhamdulillah kita sekarang berada dalam posisi yang semakin kuat," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.