Akurat

DPR Sambut Positif Rencana Pemerintah Gabung BRICS

Paskalis Rubedanto | 27 Oktober 2024, 13:02 WIB
DPR Sambut Positif Rencana Pemerintah Gabung BRICS

AKURAT.CO DPR menyambut positif strategis pemerintah Indonesia yang mengajukan diri untuk bergabung dalam kelompok ekonomi BRICS Plus, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan dan beberapa negara berkembang lain. 

Sebagai wakil rakyat yang berfokus pada bidang ekonomi dan keuangan, Anggota Komisi XI DPR, Fathi, melihat potensi besar dalam keanggotaan ini untuk memperjuangkan hak dan kepentingan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam sistem ekonomi global.

"Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, kita berpeluang memperkuat posisi tawar negara-negara berkembang atau Global South dalam isu-isu strategis, seperti pembangunan berkelanjutan, reformasi sistem multilateral yang lebih inklusif, serta solidaritas antarnegara berkembang," jelas Fathi dalam keterangan tertulis, Minggu (27/10/2024).

Politisi Partai Demokrat itu menekankan bahwa langkah ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa semangat solidaritas untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. 

Baca Juga: Kualifikasi F1 GP Meksiko: Carlos Sainz Raih Pole untuk Ungguli Max Verstappen dan Lando Norris

Dia menyebut, kebijakan luar negeri ini adalah bentuk konkret dari komitmen pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan nasional dalam lingkup internasional.

"Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS diharapkan bisa membuka jalan baru bagi perdagangan, investasi, dan kolaborasi yang lebih luas. Saya percaya, kehadiran Indonesia akan membawa suara yang signifikan dalam memperjuangkan keadilan ekonomi bagi negara-negara berkembang," jelas Fathi.

Dengan masuknya Indonesia ke dalam kelompok BRICS, ia berharap agar pemerintah dan seluruh pihak terkait memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam perekonomian global, terutama dalam hal investasi langsung dan pengembangan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Saya akan mendukung sepenuhnya setiap kebijakan strategis yang mampu mengangkat harkat ekonomi bangsa dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Fathi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengungkapkan alasan Indonesia mau bergabung menjadi anggota BRICS.

Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa politik luar negeri Indonesia berdasar nilai bebas aktif.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia ingin berteman baik dengan semua negara di dunia.

"(Bergabungnya Indonesia ke BRICS) Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum," ujar Menlu Sugiono, Sabtu (26/10/2024).

Baca Juga: Praperadilan Ditolak, KPK Pastikan Status Tersangka Bupati Situbondo Sah

Indonesia menilai BRICS dapat berfungsi sebagai perekat untuk mempererat kerja sama di antara negara-negara berkembang atau Global South. 

"Kami lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.