Akurat

Hari Santri Nasional Momentum bagi Santri Proaktif Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Mukodah | 22 Oktober 2024, 20:18 WIB
Hari Santri Nasional Momentum bagi Santri Proaktif Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

AKURAT.CO Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 diharapkan bisa menjadi tonggak dan momentum bagi santri untuk proaktif dalam pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Santri, yang memiliki kelebihan dalam ilmu agama, bisa melakukan upaya pencegahan mulai dari lingkungan pondok pesantren sampai lingkungan sekitar.

Hal tersebut dikatakan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Roedy Widodo, pada apel Peringatan Hari Santri 2024 serta Deklarasi Antinarkoba, Antiradikalisme dan Antiterorisme di Alun-alun Kota Cilegon, Banten, Selasa (22/10/2024).

"Dengan peringatan Hari Santri Nasional ini diharapkan para santri dapat proaktif dalam melakukan pencegahan. Pertama-tama melakulan deteksi dini. Kemudian melakukan pencegahan dan perlawanan terhadap paham-paham yang bersifat intoleran kemudian radikal terorisme," jelasnya.

Acara yang diseleggarakan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon ini dihadiri sekitar 1.000 santri dan pelajar dari seluruh Kota Cilegon.

Juga turut hadir Kepala BNN, Komjen Mathinus Hukom.

"Tentunya ini sebuah momentum yang sangat luar biasa dan jarang terjadi karena bersamaan dengan deklarasi antinarkoba, antiradikalisme dan antiterorisme. Di mana tujuannya dalam rangka melakukan pencegahan, penangkalan dan perlawanan secara dini dari lingkungan individu kemudian keluarga, komunitas, masyarakat. Sampai kemudian bangsa Indonesia," terang alumni Akmil tahun 1990 ini.

Baca Juga: X Longgarkan Fitur Blokir Meski Ada Kekhawatiran Privasi

Roedy mengungkapkan, dengan adanya kewaspadaan dan ketahanan nasional yang cukup kuat diharapkan masyarakat, utamanya para santri, dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap paham-paham intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Dikatakannya, polarisasi radikalisme sekarang ini sudah berubah, bukan menggunakan kekerasan lagi namun sekarang sudah melebur.

Bagaikan fenomena gunung es, penyebaran paham ini sudah tidak terlihat lagi di permukaan.

Itu terlihat dari gejalanya yakni pertama, digitalisasi radikalisme atau ideologi.

Kedua, metode fundraising atau penggalangan dana yang sulit dilacak karena memanfaatkan transaksi gelap untuk mendanai operasi gerakan kelompok tersebut.

Yang ketiga adalah penyusupan terhadap tiga kelompok rentan yakni perempuan, remaja dan anak-anak untuk disusupi ideologi ekstrem karena dianggap lebih mudah dipengaruhi.

"Tentunya Hari Santri kini adalah momentum yang luar biasa dalam rangka untuk membentengi anak-anak didik kita. Agar terjadi penguatan-penguatan dan juga mengerti apa yang terjadi di lingkungan sekitar," ujar Roedy.

Untuk itu, ia berpesan agar Hari Santri Nasional ini juga merupakan simbol kebanggaan atas peran santri.

Agar untuk terus berperan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia dan mewaspadai terhadap ancaman-ancaman baru yang tidak kalah berbahaya, yaitu terorisme, radikalisme dan narkoba.

"Di masa kini, santri, pelajar dan pemuda tidak hanya menjadi penerus sejarah perjuangan bangsa. Tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme dan narkoba," tandas Roedy.

Baca Juga: Apakah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Libur Nasional? Ini Penjelasannya

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, mengatakan bahwa santri dan pesantren merupakan suatu basis pembangunan bangsa.

Di mana, saat ini ada dua kerusakan moral yang perlu diantisipasi oleh para santri, yaitu narkoba dan terorisme.

"Sehingga melalui momentum Hari Santri ini kita mengajak semua santri untuk mengambil kembali peran masyarakat. Sebagai basis pendidikan moral bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap dua isu itu," katanya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Cilegon, Nana Supiana, menambah, semangat perjuangan dan dedikasi para santri selalu menginspirasi untuk menuntut ilmu dan berkontribusi bagi bangsa.

"Mari para santri bersama-sama untuk menjaga persatuan dan terus kembangkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Upacara ini menjadi inspirasi, di mana ribuan warga Kota Cilegon bersatu dan bersama menyuarakan pesan damai dalam menghadapi pilkada nanti. Semoga santri di seluruh Indonesia semakin maju dan bermanfaat untuk masyarakat," kata Nana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK