Ditelpon Dasco saat Rapat DPR, Prabowo Tekankan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Hakim

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menelpon Presiden terpilih, Prabowo Subianto, secara langsung di tengah berlangsungnya rapat audiensi antara Pimpinan DPR RI dengan Solidaritas Hakim Indonesia.
Rapat audiensi tersebut berlangsung dari pukul 10.00-12.30 WIB di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/224).
Pada audiensi tersebut, Solidaritas Hakim Indonesia mendesak dan menuntut kenaikan gaji para hakim dan meminta agar kesejahteraan hakim dapat diperhatikan.
Alhasil, Dasco menyampaikan masukan dan aspirasi tersebut secara langsung kepada Prabowo melalui sambungan telpon.
Baca Juga: Minta Kesejahteraan ke DPR, Hakim: Gaji Kami Setara dengan Jajan Rafathar Tiga Hari
"Pak ini dengan perwakilan hakim, mohon izin bicara Pak," ucap Dasco saat membuka sambungan telfon ke Prabowo.
Melalui sambungan telepon tersebut, Prabowo menyampaikan langsung kepada para hakim terkait berbagai rencana pemerintah untuk meningkatkan kesejahterana para hakim.
"Saudara-saudara sekalian, saya diberitahu oleh Profesor Dasco bahwa ada pertemuan antara saudara-saudara perwakilan dari para hakim dengan pimpinan DPR. Saya memang menaruh perhatian yang sangat besar sudah sejak lama terhadap para hakim," ucap Prabowo membuka.
Pada kesempatan itu, Prabowo menegaskan, dirinya terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan hakim agar dapat bekerja secara profesional dan menjaga integritas.
"Saya berpendapat bahwa Yudikatif kita harus sangat kuat dan karena itu dari dulu pendapat saya, saudara boleh cek di semua pidato saya di berbagai juga tulisan saya, saudara bisa pelajari rekam saya, rekam jejak ucapan-ucapan saya, saya sangat berpendapat bahwa para hakim harus diperbaiki kualitas kualitas hidupnya dan harus dijamin supaya para hakim itu sangat mandiri dan bisa menjalankan tugas bagi hakim dengan sebaik-baiknya," ungkap Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









