Masyarakat Menanti Perubahan di Tangan Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, diharapkan mampu mengubah situasi demokrasi kembali menjadi kondusif.
Peneliti senior Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad, menilai 10 tahun terakhir demokrasi adalah abal-abal karena semuanya terjadi secara transaksional.
Baca Juga: Repnas Luncurkan 'Gerakan Tumbuh Bersama 8 Persen' Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Itulah sebabnya sekarang orang berharap pada pemerintahan baru Prabowo yang akan mengubah situasi demokrasi," kata Herdi Sahrasad dalam diskusi panel LP3ES bersama Universitas Paramadina yang bertajuk 'Demokrasi Internal dan Oligarki Internal' yang dikutip, Sabtu (28/9/2024).
Meski harapan itu muncul di kepemimpinan Prabowo Subianto, lanjut dia, tergantung pada dukungan masyarakat termasuk check and balance yang berfungsi optimal.
"Kampus dan mahasiswa serta masyarakat luas adalah ujung tombak check and balance itu di luar parlemen. Tapi bisa jadi kelompok penekan yang kuat," ujarnya.
Menurutnya, kunci utama memperbaiki situasi agar kembali kondusif adalah dengan cara reformasi kultural. Agar reformasi kultural ini berhasil, lanjut dia, semua tergantung oleh civil society dan rakyat.
"Sepertinya saat ini butuh revolusi kultural untuk memperbaiki semuanya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









