Akurat

Momen Jokowi Pamitan ke Masyarakat Bikin Erick Thohir dan Bahlil Sedih

Rizky Dewantara | 24 September 2024, 13:50 WIB
Momen Jokowi Pamitan ke Masyarakat Bikin Erick Thohir dan Bahlil Sedih

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpamitan kepada masyarakat dengan menggunakan megafon, di sela-sela kunjungannya meninjau harga bahan pokok di Pasar Mawar, Pontianak.

Aksi berpamitan ini bukan yang pertama kalinya dilakukan Kepala Negara, saat meninjau pasar. Jokowi juga berpamitan saat berkunjung ke Pasar Soponyono, Surabaya, Jawa Timur dan Pasar Delimas Raya, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sedih saat menyaksikan momen tersebut.

Baca Juga: Menko Hadi: Presiden Jokowi Perintahkan Bentuk Angkatan Siber, Matra Keempat TNI

Melalui potongan video yang diunggah di akun instagram milik Erick @erickthohir, terlihat Presiden Jokowi berpamitan kepada masyarakat di Pasar Mawar, Pontianak.

"Selamat pagi. Saya senang sekali pagi hari ini bisa berada di Pasar Mawar di Pontianak ini. Sebulan lagi saya akan purna-tugas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu sekalian apabila dalam sepuluh tahun saya memimpin negara ini ada hal yang kurang berkenan, ada kesalahan, ada kekhilafan, ada kekurangan," kata Presiden Jokowi, Selasa (24/9/2024).

Masyarakat yang sedang berada di pasar pun terlihat menyimak permohonan maaf dari Presiden. Beberapa dari mereka pun tak lupa mengabadikan momen tersebut melalui ponsel masing-masing.

"Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Presiden Jokowi melanjutkan.

Erick Thohir dan Bahlil Lahadalia yang mendampingi Presiden dalam kunjungan ke pasar tersebut, mengaku sedih menyaksikan momen Presiden Jokowi berpamitan kepada masyarakat setelah 10 tahun memimpin.

"Sedih...sedih... Sedih enggak?" tanya Erick kepada Bahlil. "Sedih," jawab Bahlil singkat sembari menganggukkan kepalanya.

Erick pun membalas dengan pernyataan singkat soal momen yang diakuinya sedih itu, "Pamitan beliau". "Pamitan ke rakyat," balas Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.