Akurat

Temui Jokowi, SBY Dapat Tugas Jadi Penasehat Khusus Aliansi Dunia Basmi Malaria

Siti Nur Azzura | 21 September 2024, 18:17 WIB
Temui Jokowi, SBY Dapat Tugas Jadi Penasehat Khusus Aliansi Dunia Basmi Malaria

AKURAT.CO Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, SBY resmi diangkat menjadi penasehat khusus aliansi sedunia untuk membasmi malaria.

"Pagi ini saya menghadap Bapak Presiden sehubungan dengan peran dan amanah yang saya jalankan sebagai penasehat khusus aliansi sedunia untuk membasmi malaria," kata SBY di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2024).

Baca Juga: Apa Itu Nyamuk Anopheles? Makhluk Kecil Yang Menyebabkan Malaria

Dia menerangkan, bahwa dirinya dipercaya untuk membawahi wilayah Asia Pasifik dan Afrika. Atas dasar itu, sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara untuk melaporkan jabatan baru tersebut kepada Presiden Jokowi sebagai kepala negara.

"Saya melapor kepada Pak Jokowi dan ini etika politik karena siapa pun yang mendapatkan peran di dunia internasional apalagi saya mantan Presiden, wajib untuk menyampaikan kepada Presiden yang sedang mengemban tugas," jelasnya.

Bukan hanya menghadap kepada Presiden Jokowi, SBY juga berencana akan menemui Presiden terpilih hasil Pilpres 2024, yakni Prabowo Subianto. Sebab, pada tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk summit terkait penanganan malaria.

"Saya juga akan melapor ke Pak Prabowo, Presiden terpilih karena tahun depan akan ada summit di Indonesia yang tentu, nanti yang memimpin adalah Pak Prabowo sebagai Presiden tahun depan," ujarnya.

SBY bertekad untuk melenyapkan wabah penyakit malaria di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia. "Kita tidak ingin masih ada malaria yang belum bisa diatasi di seluruh dunia. Indonesia sendiri, utamanya Papua sedikit Nusa Tenggara Timur, sedikit Maluku dan sedikit lagi di Kalimantan Timur," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.