Akurat

Paus Fransiskus Bawa Misi Kemanusiaan ke Indonesia

Mukodah | 29 Agustus 2024, 11:51 WIB
Paus Fransiskus Bawa Misi Kemanusiaan ke Indonesia

AKURAT.CO Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk membawa misi kemanusiaan dan persaudaraan.

Demikian disampaikan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Subianto Bunjamin, alam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (28/8/2024).

Menurut Antonius, Indonesia sebenarnya siap menyambut Paus Fransiskus pada tahun 2020.

"Tetapi karena Covid, pada waktu itu juga September direncanakan, lalu batal," katanya.

Antonius berharap, kunjungan Paus Fransiskus bisa menjadikan Indonesia sebagai agen persaudaraan kemanusiaan di kawasan Asia.

Sementara itu, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, mengatakan, Vatikan memiliki keinginan untuk belajar lebih banyak mengenai Islam di Indonesia.

Para pemimpin Islam di Indonesia banyak diundang dan menjadi pembicara dalam acara-acara yang digelar oleh Vatikan.

Baca Juga: Profil Mbak Rara Pawang Hujan, Aksinya Bikin Heboh hingga Dipulangkan dari Aceh

"Karena Islam di Indonesia itu berbeda. Jadi itu menarik untuk saudara-saudara kita di Eropa, khususnya untuk Vatikan," kata Kardinal Suharyo.

Dia juga mengatakan bahwa Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta yang berdiri berdampingan adalah simbol kehidupan harmonis di Indonesia.

Kardinal Suharyo menilai bahwa kunjungan Paus Fransiskus juga untuk menghargai dan mendorong agar persaudaraan untuk terus dirawat dan dikembangkan.

Dia menambahkan, akan ada sekitar 60 uskup yang menyambut Paus Fransiskus, termasuk seorang uskup dari Australia dan 10 uskup dari negara-negara Asia.

Ketua Panitia Pelaksana Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus, Ignasius Jonan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket atau undangan untuk menyaksikan siaran langsung misa yang digelar di GBK.

Baca Juga: Laporkan Kaesang ke KPK, Dosen UNJ Sebut Ada Ketidakwajaran

"Kalau datang, kalau tidak punya tiket pasti tidak bisa masuk. Itu non-exception (tanpa terkecuali), siapapun," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (29/8/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK