Akurat

Antisipasi Gempa Megathrust, Ini 11 Barang yang Harus Ada di dalam Tas Siaga Bencana

Rahmat Ghafur | 16 Agustus 2024, 19:28 WIB
Antisipasi Gempa Megathrust, Ini 11 Barang yang Harus Ada di dalam Tas Siaga Bencana

AKURAT.CO BMKG baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya gempa megathrust di Indonesia.

Dalam pernyataan tersebut, BMKG menyampaikan kekhawatiran dari para ilmuwan Indonesia mengenai potensi gempa megathrust di Selat Sunda dengan magnitudo 8.7 dan di Mentawai-Siberut dengan magnitudo 8.9.

"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulis, Minggu (11/8/2024).

Baca Juga: Simak! Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia beserta Potensi dan Sejarah Gempa

Tentu saja, masyarakat yang mendapatkan informasi tersebut langsung panik dan mulai mencari cara untuk menghadapi potensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia.

Salah satu langkah untuk menghadapi risiko bencana tersebut adalah dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana.

Menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tas Siaga Bencana dirancang untuk menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup selama 72 jam atau tiga hari.

"Dengan model ransel yang mudah dibawa, siapkan Tas Siaga Bencana di tempat yang mudah diakses. Bisa di dekat pintu kamar maupun pintu keluar," tulis BNPB, dikutip pada Jumat (16/8/2024).

Berikut adalah 11 barang yang harus ada di Tas Siaga Bencana.

1. Surat atau Dokumen Penting
KK, KTP, SIM, paspor, polis asuransi, buku tabungan, sertifikat berharga, ijazah, dan dokumen penting lainnya, disimpan dalam plastik kedap air.

2. Peluit
Digunakan sebagai alat bantu untuk meminta pertolongan saat darurat.

3. Pakaian dan Selimut
Baju, celana panjang, pakaian dalam (untuk tiga hari), jaket, selimut, handuk, dan jas hujan.

4. Perlengkapan Mandi
Sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan perlengkapan mandi lainnya.

5. Makanan
Makanan tahan lama seperti mie instan, biskuit, abon, dan makanan ringan lainnya.

6. Alat Komunikasi
Ponsel, radio, charger, baterai atau powerbank untuk memantau informasi terkini.

7. Kotak P3K
Obat-obatan pertolongan pertama dan obat khusus yang dibutuhkan anggota keluarga.

8. Masker
Masker untuk melindungi pernapasan dari udara kotor atau tercemar.

9. Uang Tunai
Uang tunai cukup untuk bertahan selama tiga hari.

10. Air Minum
Persediaan air minum atau air mineral yang cukup untuk kebutuhan selama tiga hari.

11. Alat Penerangan
Lilin, korek api, senter, dan lampu kepala dengan baterai atau charger cadangan.

Di sisi lain, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa ungkapan "tinggal menunggu waktu" muncul karena Selat Sunda dan Mentawai-Siberut berada dalam kondisi geografis yang rawan memicu gempa besar.

Meskipun demikian, bencana tersebut belum terjadi dalam ratusan tahun.

"Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di Zona Megathrust saat ini bukanlah bentuk peringatan dini atau warning yang seolah-olah dalam waktu dekat akan segera terjadi gempa besar. Tidak demikian," jelas Daryono.

"Kami hanya mengingatkan kembali keberadaan Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebagai sebuah potensi yang diduga para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Seismic gap ini memang harus kita waspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu," sambungnya.

Baca Juga: Daftar Daerah Berpotensi Terkena Gempa Megathrust, Ternyata Ini Zona Rawan Bencana di Indonesia!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D