Akurat

Program Makan Bergizi Gratis Bakal Tingkatkan Peran Petani Lokal

Atikah Umiyani | 24 Juli 2024, 17:31 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Bakal Tingkatkan Peran Petani Lokal

AKURAT.CO Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendukung penuh makan bergizi gratis yang jadi program unggulan Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.

Ketua Umum HKTI yang juga Ketua BKSAP DPR, Fadli Zon, mengatakan, adanya program tersebut akan memberi banyak manfaat bagi masyakrakat.

Tidak hanya menghilangkan stunting, tetapi juga dapat menumbuhkan perekonomian para petani lokal.

Hal tersebut disampaikan Fadli dalam pertemuan AIPA, Food Agricultural Organization (FAO) dan IISD dengan isu memperkuat peran parlemen ASEAN dalam Memajukan Investasi Bertanggung Jawab di Pangan, Pertanian dan Kehutanan atau ASEAN-RAI di Bali, Rabu (24/7/2024).

Baca Juga: Direktur Secret Service AS Kimberly Cheatle Mengundurkan Diri, Kenapa?

"Jika berjalan dengan baik, program makan bergizi gratis misalnya, tak hanya mengatasi stunting, tapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan bisnis lokal, peningkatan peran koperasi dan peningkatan peran petani lokal," jelasnya.

Tidak hanya itu, Fadli juga mendukung sejumlah program Prabowo lainnya, seperti food estate, swasembada pangan, energi dan air, ketersediaan bibit pupuk dan pakan ternak langsung ke petani hingga lumbung pangan di desa, daerah dan nasional, sebagai upaya substantif memperkuat politik pertanian.

Pada kesempatan itu, Fadli juga mendorong anggota parlemen di ASEAN untuk lebih fokus pada isu pertanian, agar ke depannya para petani dapat lebih berdaya.

Sebab, saat ini kesejahteraan petani masih belum terjamin.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Snoop Dogg Bakal Bawa Obor Terakhir Menuju Pembukaan di Menara Eiffel

"Produksi tani terus menerus turun dan kontribusi sektor kehutanan, pertanian dan perikanan kepada PDB berkurang 3,54 persen (yoy) pada kuartal pertama tahun 2024," ujarnya.

Di sisi lain, Fadli menyoroti jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah, yang artinya kebutuhan pangan juga terus meningkat.

Pada saat yang sama, perubahan iklim yang berpengaruh terhadap cuaca ekstrem dan pasokan air turut mempengaruhi kondisi pertanian.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan perlunya regenerasi petani, agar kaum muda tertarik terjun menjadi petani.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Panggil Menteri Bahlil di Kasus Abdul Gani Kasuba

Data mencatat, petani milenial di Indonesia baru sekitar 21 persen.

"Oleh karenanya, pertanian perlu dikemas menarik agar memikat anak muda. Jika tidak, kita akan mengalami kelangkaan petani dalam beberapa dekade ke depan," pungkas Fadli.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK