Akurat

UPDATE! Geng Ransomware Brain Chiper Kembalikan Kunci Data PDNS Secara Gratis

Shalli Syartiqa | 3 Juli 2024, 23:38 WIB
UPDATE! Geng Ransomware Brain Chiper Kembalikan Kunci Data PDNS Secara Gratis

AKURAT.CO Kelompok ransomware Brain Cipher, yang mengklaim bertanggung jawab atas peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) telah memenuhi janjinya dengan memberikan kunci pembuka (dekripsi) data secara gratis.

Informasi ini diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber dari Singapura, Stealthmole, dalam postingan mereka di platform X.

Stealthmole menyatakan bahwa Brain Cipher telah membagikan kunci dekripsi secara cuma-cuma.

"Brain Cipher mendistribusikan kunci dekripsi secara gratis," cuit akun Stealthmole, Rabu (3/7/2024).

Baca Juga: Airlangga Sebut RI Punya 2 Peluang Pengembangan Ekonomi Hijau

Dalam postingan tersebut, Stealthmole juga melampirkan tangkapan layar dari unggahan Brain Cipher, yang diduga berasal dari nama akun di forum gelap.

Di dalam pengumuman mereka di forum tersebut, akun tersebut memberikan tutorial tentang cara mengunduh kunci dekripsi dari data yang terenkripsi.

Mereka menyatakan bahwa peretasan ini dilakukan tanpa campur tangan pihak lain.

Brain Cipher juga menegaskan bahwa mereka akan menunggu konfirmasi dari pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa kunci yang mereka berikan benar-benar dapat berfungsi.

Baca Juga: Hasyim Asy'ari Dipecat, Wibawa DKPP Naik

Setelah kunci tersebut terverifikasi, mereka berkomitmen untuk menghapus data yang mereka miliki secara permanen.

"Jika pihak kedua (pemerintah Indonesia) mengatakan bahwa mereka memulihkan data secara mandiri atau bantuan pihak ketiga, kami akan mempublikasikan data," ungkap kelompok Brain Chiper.

Di sisi lain, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkap bahwa file dekripsi tersebut perlu diverifikasi apakah benar-benar dapat mengembalikan semua file yang ada di PDN.

"Jadi saat ini saya menunggu konfirmasi dari tim PDN, apakah benar file yang diberikan oleh Brain Cipher bisa mendekripsi data itu. Kalau itu benar artinya semua data di VMware (server) yang dienkripsi oleh mereka sekarang bisa balik semua," ungkap Alfons.

Alfons juga mengingatkan pihak PDN untuk mengamankan data masyarakat Indonesia dengan baik, sehingga serangan ransomware tidak akan terulang di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.