230 Daerah Bakal Jadi Tempat Uji Coba Nyamuk Wolbachia

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menargetkan 230 kabupaten dan kota di Indonesia dapat melakukan uji coba penerapan nyamuk Wolbachia dalam kurun waktu lima tahun ke depan, untuk mengurangi penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Imram Pambudi, mengatakan, hingga saat ini terdapat lima wilayah kota yang disebar nyamuk Wolbachia, yaitu Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang dan Kupang.
"Target kami, mungkin dalam lima tahun ke depan itu paling tidak ada sekitar 230 kabupaten/kota yang kita sasar sebagai lokasi untuk Wolbachia. Itu daerah-daerah yang tinggi terhadap kasus dengue," jelasnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (1/7/2024).
Baca Juga: Resmi Dilepas KMSK Deinze, Marselino Ferdinan Gabung Oxford United?
Menurut Imram, untuk Kota Batam, Kepulauan Riau, belum memerlukan uji coba pelepasan nyamuk ber-wolbachia untuk menekan kasus DBD, sebab terjadi anomali kasus DBD dibandingkan daerah lainnya.
Kasus DBD terus meningkat tiap tahunnya di daerah lain, sedangkan di Kota Batam jumlah yang terpapar DBD mengalami penurunan sejak tahun 2022-2023.
"Pada tahun 2023, Dinkes Kota Batam mencatat sebanyak 376 kasus DBD. Sedangkan pada tahun 2024 ada 181 kasus. Jadi, dalam tahap ini belum perlu untuk metode nyamuk ber-wolbachia," katanya.
Imram menjelaskan, Indonesia juga bukan satu-satunya negara yang menggunakan teknologi nyamuk ber-wolbachia.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 130.341 Formasi CPNS Instansi Pemerintah Pusat di IKN
Seperti Singapura, Vietnam, Brazil, Australia telah melakukan penerapan tersebut.
"Nyamuk ber-wolbachia ini bukan hanya di Indonesia saja dan terbukti efektif digunakan di beberapa negara tersebut," ujarnya.
Imram menyampaikan cara kerja dari bakteri wolbachia yaitu jika diinfeksikan ke nyamuk aedes aegypti, maka darah yang disedot, virusnya mati di tubuh nyamuk yang sudah diinfeksikan virus wolbachia.
"Jadi, ketika nyamuk tersebut menggigit seseorang lagi, itu tidak bisa menularkan virus dengue-nya, beginilah cara kerjanya. Tetapi metodenya, nyamuk ber-wolbachia ini baru bisa berefek kalau populasi nyamuk Aedes Aigpty ber-wolbachia sudah lebih dari 60 persen," jelasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Siber, BSSN Akan Pegang Kendali Pengawasan PDNS 2
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









