Akurat

Pererat Hubungan Budaya, Kosgoro 1957 dan Pemerintah Korsel Hadirkan Pertunjukan Opera

Atikah Umiyani | 16 Mei 2024, 07:53 WIB
Pererat Hubungan Budaya, Kosgoro 1957 dan Pemerintah Korsel Hadirkan Pertunjukan Opera

AKURAT.CO Organisasi pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan dan New Seoul Opera menghadirkan pertunjukan Opera Kreatif Korea Selatan.

Pertunjukan ini digelar dalam rangka mempererat hubungan kebudayaan tradisional antara Korea Selatan dengan budaya Indonesia.

Pertunjukan Opera yang mengangkat tema "Hari Pernikahan" ini disajikan dalam bahasa Korea yang disertai dengan terjemahan Indonesia melalui layar kecil. Pertunjukan digelar di Ruang Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (15/5/2024) malam.

Baca Juga: Kemlu Korsel Buka Suara soal Permintaan Diskon Jet Tempur KF-21 RI

Pertunjukan tersebut juga mendapat sambutan yang meriah dari para penonton. Tidak hanya warga Indonesia, banyak juga warga Korea yang hadir secara langsung menyaksikan pertunjukan tersebut.

Sebagai informasi, kisah dalam opera Hari Pernikahan ini memiliki latar masyarakat bangsawan pada Dinasti Joseon. Karya ini didasarkan pada pernikahan tradisional Korea sebagai acara seremonial.

Karya ini menyindir kerapuhan ritual keluarga, kontradiksi sistem perkawinan kuno dan ketidakmanusiaan hierarki masyarakat tradisional. Opera ini adalah opera komedi yang menekankan arti cinta yang sesungguhnya.

Pertunjukan opera Hari Pernikahan tersebut terbagi menjadi dalam tiga episode. Berikut ringkasannya;

Baca Juga: Pejabat Kemenhub Asri Damuna Klarifikasi Usai Ajak YouTuber Korsel ke Hotel

Episode 1

Maeng Jinsa adalah orang yang serakah, berorientasi pada kekuasaan dan memiliki keberanian yang besar, Untuk meningkatkan statusnya, dia mencoba menikahkan putrinya, Gabbuni, dengan Mi-Eon, putra Kim Panseo.

Dia begitu bersemangat membayangkan putrinya menikah dengan keluarga bangsawan sehingga akhirnya dia memutuskan untuk melaksanakan pernikahan tanpa bertemu pengantin prianya terlebih dahulu.

Episode 2

Namun, pengantin pria Mi-Eon jatuh cinta pada Ippuni, sang pelayan Gabbuni karena kebaikan hatinya. Untuk menikahi Ippuni, Mi-Eon sengaja menyebarkan rumor bahwa menantu Maeng Jinsa itu buruk rupa dan tak normal.

Namun semuanya menjadi terbalik, Gabbuni dengan tegas menolak namun dia tidak punya pilihan selain menikah. Karena merasa malu, Maeng Jinsa menyusun rencana untuk menjadikan Ippuni, sang pelayan Gabbuni untuk digantikan menjadi pengantinnya.

Episode 3

Pengantin pria, Mi-Eon, yang tiba di rumah Maeng Jinsa pada hari pernikahan ternyata adalah seorang pria yang gagah luar biasa. Namun semua sudah terlambat, Maeng Jinsa terkejut dan mengutus Samdoli pelayannya untuk menjemput Gabbuni.

Namun karena desakan ayah Maeng Jinsa yang tidak tahu apa-apa, pernikahan pun terlanjur dilangsungkan, Mi-Eon, yang telah meminang Ippuni untuk jadi pengantinnya akhirnya menikah. Mereka menjadi suami istri dan hidup bahagia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.