Akurat

Penerapan Ganjil Genap Bikin Arus Mudik di Tol Trans Jawa Tetap Lancar

Rizky Dewantara | 8 April 2024, 05:12 WIB
Penerapan Ganjil Genap Bikin Arus Mudik di Tol Trans Jawa Tetap Lancar

AKURAT.CO Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, mencatat jumlah kendaraan yang melintasi Tol Trans Jawa, dari Jakarta menuju Semarang, Jawa Tengah masih datar (flat).

Berdasarkan penghitungan di 7 traffic counting yang tersebar mulai dari kilometer 73 sampai ke kilometer 71, hingga Minggu (7/4) pukul 23.00 WIB, data harian kendaraan yang menuju ke arah Timur Pulau Jawa masih berkisar di angka 130 ribu hingga 135 ribu kendaraa. Sehingga masih terlihat peningkatan meskipun stagnan.

Baca Juga: Catat, One Way Arus Mudik di Tol Trans Jawa Diperpanjang Hingga Hari Ini

"Melihat angka tersebut puncak arus ini tidak kita rasakan, artinya akan flat karena sudah tersebar di hari-hari sebelumnya tanggal 3, 4, 5, 6, 7 tadi jumlah angka yang sama tanggal 8 (April) nanti pagi yang semula diprediksi akan jadi puncak mudah-mudahan juga ini angkanya flat," kata Aan, di command center Operasi Ketupat 2024 di KM 29, Cikampek, dikutip Antara, Senin (8/4/2014).

Salah satu indikator data kendaraan yang flat melintasi jalur Trans Jawa, karena penerapan sistem ganjil genap (Gage) yang diberlakukan sejak hari pertama keberangkatan mudik.

"Gage terus ya terus ini juga salah satu yang mungkin mengakibatkan ini flat," imbuhnya.

Baca Juga: Tak Biasa, Personel Satlantas 'Step' Mobil Mogok di Tol, Netizen: Kuat Banget Kakinya

Menurutnya, masyarakat yang mudik banyak mengikuti aturan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan pihaknya sesuai jadwal, termasuk ganjil-genap.

Seperti pada hari Jumat (5/4), ada sekitar 600 kendaraan lebih, kemudian Sabtu (6/4) ada 400 kendaraan.

"Untuk Minggu nanti jam 24.00 WIB kita lihat artinya ada penurunan dari pelanggaran gage ini hari pertama 600, hari kedua 400an sekian hari ketiga mudah-mudahan sudah mulai sesuai dengan gage nya," kata Aan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.