Akurat

Insiden Pilot Batik Air Tertidur Bisa Berdampak Serius

Silvia Nur Fajri | 9 Maret 2024, 16:19 WIB
Insiden Pilot Batik Air Tertidur Bisa Berdampak Serius

AKURAT.CO Pengamat Penerbangan, Gatot Rahardjo, menilai insiden pilot dan copilot Batik Air ID6723 yang tertidur selama penerbangan, bisa berdampak serius. Sebab, setiap detik memiliki konsekuensi serius karena kecepatan pesawat yang tinggi.

"Dampaknya serius. Karena dalam operasional penerbangan itu hitungannya detik karena kecepatan pesawat yang tinggi," ungkap Gatot kepada Akurat.co, Sabtu (9/3/2024).

Baca Juga: Kemenhub Beri Teguran Keras ke Batik Air Soal Insiden Pilot Tertidur

Dia menjelaskan, kru penerbangan diberi backup baik sistem maupun sumber daya manusia (SDM). Sehingga, jika salah satu tidak berfungsi bisa digantikan dengan kru yang lain.

"Tapi kalau keduanya tidur ya ini bahaya karena walaupun di pesawat ada sistem autopilot, tetap harus ada yang memantau," tambahnya.

Di sisi lain, Gatot juga menyoroti pentingnya kondisi fisik dan psikis pilot sebelum terbang unuk menghindari hal yang tidak di inginkan akibat kelelahan.

"Pilot harus segar, sehat jasmani dan psikis sebelum terbang. Sudah ada jam ketentuan jam terbang 1050 jam per tahun dan ini harus dikelola maskapai jangan sampai pilot kelelahan atau fatigue," tambahnya.

Baca Juga: Insiden Pilot Batik Air Tidur, Pengamat Pertanyakan Kualitas Waktu Istirahat Kru Penerbangan

Dia pun mencurigai ada kemungkinan jumlah SDM pilot sudah berkurang selama pandemi karena jumlah penerbangan juga berkurang. Namun, ketika jumlah penerbangan meningkat maka jumlah SDM juga harus meningkat.

"Dalam konteks pandemi, jumlah penerbangan telah bertambah. Harusnya jumlah SDM pilot juga disesuaikan sehingga sesuai regulasi dan menghindari pilot fatigue," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.