Akurat

Indonesia Diprediksi Hadapi Krisis Ekonomi Kedua Gara-gara Harga Beras Masih Mahal

Paskalis Rubedanto | 6 Maret 2024, 14:58 WIB
Indonesia Diprediksi Hadapi Krisis Ekonomi Kedua Gara-gara Harga Beras Masih Mahal

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Luluk Nur Hamidah, mewanti-wanti akan ada fase krisis beras kedua di Indonesia. Diketahui, harga beras masih tinggi menjelang Ramadhan.

Hal itu merespons pernyataan Kepala Badan Pangan (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, yang memprediksi krisis beras akan terjadi lagi. Berdasarkan data Bapanas pagi ini, harga beras medium mulai bergerak turun sebesar 1,88% menjadi Rp14.060 per kilogram.

Baca Juga: Catat! Kenaikan Harga Beras Belum Tentu Untungkan Petani

Namun, harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.

"Iya kalau menurut saya betul (pernyataan Bapanas). Kita ini akan mengadapi fase krisis kedua, tetapi kita sudah ingatkan dari jauh-jauh hari," kata Luluk, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Dia pun menanyakan kepada pemerintah apa yang sudah dipersiapkan jika Indonesia harus menghadapi krisis beras lagi. Karena dia melihat yang ada adalah justru pengurangan atau penghilangan fasilitas yang bisa menimbulkan krisis itu sendiri.

"Nah apakah ini sudah dilakukan oleh pemerintah? Selama sekian tahun 5 tahun ke belakang malah subsidi yang dicabut, irigasi tidak serta merta perbaikan di mana-mana," tuturnya.

"Kita juga mengalami defisit air yang sangat besar coba dicek yang namanya bendungan, kemudian danau, kemudian sungai-sungai, kita sudah semuanya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja," pungkas dia.

Baca Juga: Jokowi Perkirakan Harga Beras Akan Turun Jelang Panen Raya

Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan Indonesia berpotensi kembali mengalami fase krisis beras. Jika masa tanam pada musim panen hanya menghasilkan beras di bawah 2,5 juta ton, maka Indonesia berpotensi alami krisis beras fase kedua.

Untuk itu, pemerintah harus segera bersiap agar ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan menyerap hasil panen Maret-April apabila telah melampaui kebutuhan dalam negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.