AKURAT.CO Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal atau rukyatul hilal awal Ramadan pada 10 Maret 2024 yang bertepatan dengan 29 Syakban 1445 Hijriah.
"Kami memutuskan akan menggelar rukyatul hilal di 134 lokasi di seluruh wilayah Indonesia," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib, dikutip dari Kemenag.go.id, Minggu (25/2/2024).
Adib menyebut, rukyatul hilal akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi lain di daerah setempat.
Sidang isbat penentuan awal Ramadan 1445 H dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.
Adib menjelaskan, secara hisab, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan jatuh pada Minggu, 10 Maret 2024 atau bertepatan 29 Syakban 1445.
Baca Juga: Persiapan Bulan Ramadan, Ini Menu Enak dan Segar yang Pas Disantap untuk Berbuka Puasa
"Pada hari rukyat, 29 Syakban 1445 Hijriah tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara -0 derajat 20' 1,2 sampai 0 derajat 52' 5,4 dengan sudut elongasi antara 2 derajat 14' 46,8 sampai 2 derajat 41' 50,4," paparnya.
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H dimulai pada 11 Maret, Idulfitri 1 Syawal pada 10 April, puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni serta Iduladha 10 Zulhijah pada 17 Juni 2024.
Keputusan penetapan dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
Keputusan tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, pada 12 Januari 2024.
Sama dengan Kemenag, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga akan melakukan pemantauan awal Ramadan pada 10 Maret 2024.
Rukyatul hilal awal Ramadan akan dilakukan di 50 hingga 60 titik rukyat yang tersebar di berbagai wilayah, mencakup zona Indonesia Timur, Tengah dan Barat.
"Tanggal 10 Maret hari Ahad Legi. Untuk Ramadan ini ada sekitar 50-60 titik rukyat yang tersebar di berbagai wilayah," kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Sirril Wafa, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: 7 Persiapan Menyambut Bulan Puasa Ramadan, Yuk Siap-siap Sambut Kesucian Puasa
Dia menjelaskan, rukyatul hilal akan dilakukan secara serentak oleh LFNU daerah di sejumlah titik yang telah ditentukan, meliputi pinggir pantai yang mengarah ke barat maupun di gedung-gedung tinggi dengan ufuk barat yang tidak terhalang.
"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, rukyatul hilal serentak dilakukan oleh LF-LF daerah di lokasi rukyat yang telah ditentukan," Kiai Sirril menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









