Akurat

Komentari Candaan Soal Kata Amin, Ketum MUI: Jangan Terprovokasi

Mukodah | 21 Desember 2023, 21:27 WIB
Komentari Candaan Soal Kata Amin, Ketum MUI: Jangan Terprovokasi

AKURAT.CO Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengimbau dan memberi pesan kepada seluruh tokoh terutama para ustaz dan politisi agar lebih berhati-hati dalam menyuarakan apapun, terlebih saat tahun politik berlangsung.

Hal ini buntut dari polemik guyonan kata 'amin' yang ramai diperbincangkan belakangan.

"Karena ini nuansa politik sehingga akhirnya ya ramai. Tetapi saya berharap bahwa kita ini berhati-hatilah saya minta ketika para ustaz berhati-hati dalam bercanda," kata Kiai Anwar saat memberikan keterangan pers di Ponpes Al Amin, Ngasinan, Kota Kediri, Kamis (21/12/2023).

Ia menyorot mulanya candaan itu dilontarkan Ustaz Abdul Somad bersama capres nomor urut 1, Anies Baswedan, yang berkelakar tentang kata amin usai doa dan jari telunjuk saat tahiyat dalam salat.

"Bahkan saya lihat di video Pak Kiai Somad menampilkan berbagai mazhab tentang jari saat tahiyat, bagaimana menurut Mazhab Maliki menurut Syafi'i. Bahkan yang terakhir candaannya Pak Somad tentang orang yang mendukung calon tertentu yang ketika tahiyat tidak pakai satu jari tapi dua jari. Itu candaan. Karena suasananya politik sehingga akhirnya ya ramai," jelas Kiai Anwar.

Baca Juga: Golput Hukumnya Haram, Simak Isi Lengkap Fatwa MUI

Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam video yang beredar luas di media sosial bercanda dengan mengatakan bahwa saat ini di beberapa kantor, ketika membaca Al-Fatihah sudah sampai ayat ghairil maghduubi 'alaihim wa ladhdhalliin, sudah takut bilang amin.

"Jangan-jangan tasyahud (tahiyat) pun sekarang sekarang begini saja," demikian ucapan UAS sambil meletakkan tangan kanannya ke lutut dengan mengepalkan tangannya, di mana seharusnya mengacungkan jari telunjuk.

Kemudian, candaan serupa juga terlontar ketika Ustad Adi Hidayat (UAH) mengisi sebuah acara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam unggahan video yang tersebar di medsos, UAH selain menyinggung soal tahiyat, juga menyinggung soal kata amin.

Adapun, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, juga sempat berkelakar tentang hal serupa.

Mengomentari isu ini, Kiai Anwar memberi pesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.

"Kami berharap kepada seluruh bangsa rakyat Indonesia, tetap menjaga persatuan Indonesia, tetap menjaga Indonesia. Pemilu yang damai jangan sampai kemudian kita terprovokasi, sebab tentu kita tidak ingin bahwa pemilu ini akan berakibat pecahnya persatuan indonesia," kata Kiai Anwar.

Baca Juga: Ulama MUI Prihatin Gaya Hidup Hedon Public Figure: Berdampak Buruk Bagi Masyarakat

Ia juga mengimbau para ustaz, pimpinan partai politik dan pasangan capres agar lebih berhati-hati menggunakan diksi-diksi agama.

"Ketika capres berpidato, hati-hati bercanda, ketika pimpinan partai bercanda dengan menggunakan diksi-diksi agama saya berharap supaya hati-hati. Jadi, MUI ambil posisi mengambil nasihat juga kepada capres-cawapres untuk berhati-hati dalam menggunakan diksi-diksi agama," tutur Kiai Anwar.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK