7 Alasan Ade Armando Berubah Dukung Prabowo, Singgung Orde Baru dan Jokowi

AKURAT.CO - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengatakan banyak yang berspekulasi macam-macam karena perubahan sikapnya yang kini mendukung Prabowo Subianto. Ade mengatakan dirinya berubah sikap bukan karena menerima uang. Lalu apa alasannya?
Ade Armando mengaku gegara menjadi pendukung Prabowo banyak orang memunculkan spekulasi apalagi pada bulan Juni 2023 lalu dirinya membuat video berjudul 6 alasan mengapa tidak mungkin mendukung Prabowo. Ketika itu Ade dengan lugas mengatakan Prabowo tidak layak menjadi presiden Indonesia.
"Tapi sekarang terus terang saya sudah berbalik arah sama sekali. Saya punya sejumlah alasan oh iya dari awal saya harus tekankan saya berubah bukan karena saya terima duit loh dari Prabowo atau kubu Prabowo. Saya berubah karena pengetahuan saya tentang Prabowo berubah," kata Ade dikutip Akurat.co dari video yang diunggah di Instagram adearmando_official, Rabu (6/12/2023).
Baca Juga: Prabowo-Gibran Fokus Kerja di Masa Kampanye Agar Tensi Politik Tidak Panas
Ade mengatakan perubahan sikapnya dimulai ketika Prabowo datang ke kantor PSI awal Agustus lalu. Setelah saat itu, katanya, dia bertemu singkat dan berbicara dengan Prabowo di paling tidak empat kesempatan. Selain itu, Ade juga mengaku berbicara dengan sejumlah orang yang mengenal Prabowo dari dekat dan melakukan riset kepustakaan tentang Prabowo.
"Ini semua yang membuat saya mengubah sikap dan cara pandang saya mengenai Prabowo. Sekarang saya percaya dia adalah calon presiden terbaik untuk 2024 dan saya akan berjuang membantunya memenangkan pertarungan," kata Ade.
Ada mengungkap enam alasan mengapa dia berubah mendukung Prabowo. Pertama, pengalaman Prabowo kalah dalam pertarungan presiden dua kali dan menjadi menteri di kabinet Jokowi telah mengubah sikap Prabowo tidak lagi galak, garang, mudah tersinggung, arogan dan megalomania seperti di masa lalu.
"Dia sekarang sudah menjadi sosok yang bersahabat bisa menerima perbedaan dan kenyataan, rendah hati dan lucu. Dulu saya melihat dia memiliki ketidakstabilan mental sekarang itu sama sekali tidak berbekas," ucap Ade.
Baca Juga: Peluang Pilpres 2024 Hanya Satu Putaran: Anies Vs Prabowo Vs Ganjar
Alasan kedua, Prabowo sudah memilih untuk tidak lagi bersekutu dengan kelompok-kelompok Islam garis keras. Di sisi lainkelompok-kelompok seperti 212 sudah berjanji tidak akan mendukung Prabowo. Dulu pun, kata Ade, dirinya merasa Prabowo sebenarnya tidak dengan sengaja memilih berkawan dengan kelompok-kelompok tersebut.
"Prabowo itu adalah seorang pluralis keluarganya pluralis. Saya duga di 2014 dan 2019 ada orang-orang yang mempengaruhi dia untuk menggunakan kelompok-kelompok Islamis itu untuk alasan strategis memenangkan Pilpres. Kini orang-orang itu sudah tidak berpengaruh dan Prabowo sendiri sudah menyadari kesalahannya," tutur Ade.
Ketiga, Prabowo tidak bersekutu dengan keluarga Cendana penguasa Orde Baru. Ade mengatakan tentu saja Prabowo tidak pernah akan menghilangkan ikatan masa lalunya dengan mantan istrinya Titik Soeharto. Tapi hubungan Prabowo dengan Cendana hanya cukup dan sebatas itu.
Ade bisa percaya bahwa Prabowo memiliki komitmen pada demokrasi. Inilah alasan keempat. Prabowo, kata Ade, mungkin tidak sepenuhnya percaya pada demokrasi liberal yang menekankan kebebasan di atas segala-galanya.
"Prabowo mempercayai demokrasi dengan catatan tapi saya percaya dia tetap percaya demokrasi ada pilihan yang lebih baik dari sistem politik lainnya. Prabowo tidak akan mengkhianati demokrasi," imbuh Ade.
Baca Juga: Hasrat Siapkan 5 Strategi Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran
Kelima Ade percaya Prabowo akan melawan korupsi. Sejak 2019, menurutnya, Prabowo sudah bicara soal kebocoran uang negara di berbagai kementerian. Di Kementerian Pertahanan, Prabowo juga menyetop praktek-praktek markeup yang konon sudah mentradisi. Prabowo juga mencoret nama caleg caleg Gerindra yang pernah terlibat dalam pidana korupsi.
"Keenam saya percaya dia tidak terlibat sebagai pelaku ataupun sebagai orang di belakang layar tragedi Mei 1998. Ini adalah salah satu fitnah yang terus dilontarkan padanya namun berbagai referensi yang bisa dipercaya menunjukkan bahwa dia justru adalah orang yang dikorbankan dalam tragedi Mei 1998. Ia justru berusaha mencegah agar tragedi itu tidak terjadi tapi peringatannya tidak didengar," tutur Ade lagi.
Terakhir, alasan ketujuh yang menurut Ade menjadi faktor terpenting mengapa sekarang mendukung Prabowo karena Prabowo bersekutu dengan Jokowi. Ade mengatakan tak perlu diragukan Jokowi mendukung Prabowo. Di atas genap pencapaiannya Jokowi, sebut Ade, adalah presiden yang jujur, bersih dan berintegritas dan karena itu ia percaya Jokowi akan mendukung orang yang dianggap jujur bersih dan berintegritas.
"Prabowo adalah sosok yang akan melanjutkan segenap langkah Jokowi untuk membangun kejayaan Indonesia dan kita bisa percaya bahwa saat Prabowo berkuasa nanti Jokowi akan tetap menjadi setidaknya mentor atau sahabat yang menjadi tempat Prabowo berdiskusi dan bertanya. Dan kita bisa percaya bahwa saat Prabowo berkuasa mereka berdua akan dengan selektif memilih orang-orang terbaik untuk mengisi posisi kabinet," kata Ade.
Baca Juga: Gibran Bagi-bagi Susu dan Buku Tulis di Penjaringan
"Kombinasi Prabowo, Jokowi dan Gibran adalah sebuah kekuatan yang saya yakin luar biasa. Jadi sekarang saya sudah sekarang saya sudah firm Prabowo adalah pilihan terbaik. Kita tentu bisa beda tapi kalau saya sih berharap Prabowo yang akan menjadi presiden Indonesia 2024-2029. Ayo gunakan akal sehat karena hanya dengan akal sehat bangsa ini akan selamat," demikian kata Ade Armando.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









