Bawaslu Sediakan 3 Saluran Pengaduan Hoaks Selama Masa Kampanye

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meluncurkan tiga saluran pengaduan hoaks di hari pertama kampanye Pilpres 2024.
"Saluran pertama adalah hotline aduan hoaks di internet, baik website/laman maupun media sosial dengan nomor 08119810123," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu, Lolly Suhenty, dalam keterangannya, Selasa (28/11/2023).
Kedua, saluran aduan dapat melalui surat elektronik (email) [email protected]/. Ketiga, saluran Posko Aduan Masyarakat di kantor pengawas pemilu pada seluruh tingkatan.
"Peluncuran ini merupakan salah satu kesiagaan Bawaslu mengawasi konten hoaks pemilu, sekaligus memperkuat dua saluran aduan yang telah ada sebelumnya," ujar Lolly.
Pertama, melalui media sosial, jajaran pengawas pemilu di seluruh tingkatan. Kedua, laman/website aduan pada portal di alamat https://jarimuawasipemilu.bawaslu.go.id/pengaduan.
Baca Juga: Bawaslu Pastikan Siap Tangani Pelanggaran Pemilu 2024
"Khusus laporan dugaan pelanggaran pemilu, salurannya tetap melalui mekanisme temuan dan laporan sebagaimana Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2023 tentang temuan dan laporan pelanggaran pemilihan umum," jelas Lolly.
Terhadap aduan yang diterima, Bawaslu akan melakukan penanganan konten hoaks dengan langkah, pertama, masyarakat menyampaikan aduan ke saluran resmi yang disediakan.
Kedua, tim pengawasan konten internet (siber) Bawaslu melakukan kajian dugaan pelanggaran pemilu dan/atau pelanggaran hukum lainnya.
Ketiga, jika hasil kajian tersebut merupakan pelanggaran Undang-Undang ITE, jajaran pengawas pemilu berkoordinasi secara berjenjang kepada tim pengawasan konten internet (siber) di Bawaslu.
Keempat, Bawaslu merekomendasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk dilakukan pembatasan akses atau take down oleh platform media sosial.
"Secara umum, strategi pengawasan hoaks terdiri dari patroli pengawasan siber (bekerja sama dengan Kemenkominfo), pemantauan pemberitaan, baik melalui portal Intelligent Media Monitoring (imm.bawaslu.go.id/) maupun media lainnya dan kerja sama dengan koalisi masyarakat sipil," Lolly memaparkan.
Adapun, strategi pencegahan pelanggaran hoaks pemilu dilakukan melalui tujuh bentuk.
Berdasarkan data pencegahan dari seluruh pengawas pemilu tahun 2023 pada laman https://formpencegahan.bawaslu.go.id/ per 28 November 2023 sebanyak 45.023 aktivitas. Dengan rincian sebagai berikut:
a. 9.160 identifikasi kerawanan;
b. 12.314 naskah dinas (imbauan, edaran, instruksi);
c. 1.320 pendidikan;
d. 1.549 kerja sama;
e. 1.518 aktivitas partisipasi masyarakat;
f. 2.778 publikasi; dan
g. 16.384 kegiatan lainnya.
Bawaslu mengimbau peserta pemilu, pejabat negara dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan hoaks pemilu, serta menyampaikan informasi/aduan/laporan jika menemukan konten internet yang melanggar.
Lolly pun berharap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan jujur, adil, demokratis, aman, damai dan jauh dari informasi yang keliru juga menyesatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








