Akurat

Isu Maritim Potensial Kerek Elektoral Capres-Cawapres

Citra Puspitaningrum | 23 November 2023, 16:38 WIB
 Isu Maritim Potensial Kerek Elektoral Capres-Cawapres

AKURAT.CO - Hasil survei lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menempatkan isu maritim sebagai pendulang elektoral bagi pasangan capres dan cawapres kontestan Pilpres 2024.

Direktur ASI Ali Rif'an mengatakan isu sektor maritim sangat populer untuk digarap capres-cawapres sebab masyarakat percaya bahwa sektor maritim dapat menyumbangkan hasil optimal bagi kemajuan Indonesia.

"77,3 persen responden menjawab penting sektor kemaritiman, jadi publik punya pendapat bahwa sektor ini harus dijadikan salah satu visi atau program capres-cawapres 2024," kata Ali Rif'an saat memaparkan rilis hasil survei di Sofyan Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga: Hasil Survei Konsultan Bayaran PPP Elektabilitas Ganjar-Mahfud Baik-baik Saja

Selain itu, ASI memotret mayoritas publik menginginkan isu maritim sebagai penunjang utama Indonesia Emas 2045 dijadikan tema debat Pilpres.

"87,3 persen responden mengaku (isu maritim) perlu ada dalam isu debat capres-cawapres," ujarnya.

Atas temuan ini, Ali Rif'an yang merupakan kandidat doktor ilmu politik Universitas Indonesia meyakini penguatan isu maritim oleh capres-cawapres bakal berdampak kepada elektoral capres-cawapres pada Pilpres 2024.

"Isu ini seksi dari dua hal. Dari aspek kuantitas dan kualitas. Dari aspek kuantitas ini lumbung suara strategis, karena ada 34,4 persen penduduk Indonesia adalah warga pesisir, ada 68,8 juta jiwa orang. Ini dapat menambah perolehan suara," tuturnya.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: 40,2 Persen Pemilih Ganjar Pindah ke Anies

"Dari segi kualitasnya, dari kajian sektor maritim, ini kalau dikelola serius bisa mendapat penopang pendapatan negara, dan penopang menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya menegaskan.

Survei ASI dilakukan pada 15 hingga 21 Oktober 2023 melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Wawancara terhadap responden dilakuakn melalui sambungan telepon, dan survei menggunakan metode simple random sampling.

Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.