AKURAT.CO Isu pergantian Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, terus berembus.
Lamanya Budi Gunawan menjabat menjadi salah satu faktor yang ikut disorot.
Sorotan itu salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Ia menilai, saat ini memang sudah waktunya Presiden Joko Widodo ingin mengganti Budi Gunawan.
"Seandainya diganti ya mungkin jabatannya sudah terlalu lama dan sudah paling lama kan Pak Budi Gunawan jadi Kepala BIN. Jadi, bisa jadi sudah waktunya Pak Presiden meminta untuk diganti," kata Ujang kepada Akurat.co, Kamis (23/11/2023).
Di sisi lain, Ujang juga menyoroti adanya sinyalemen BIN yang berpotensi terlibat dalam mendukung salah satu pasangan capres di Pilpres 2024. Hal ini dinilai turut menjadi penyebab mengapa isu pergantian Kepala BIN terus menguat.
"Ya kita tahulah, bukan rahasia umum juga bahwa instrumen negara sperti BIN itu kan dijadikan alat politik juga untuk kepentingan kemenangan," ujarnya.
Sebagai informasi, dugaan keberpihakan Kepala BIN muncul usai beredar surat pakta integritas yang melibatkan Binda Papua Barat untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Namun, Ujang tak bisa memastikan apakah pada akhirnya penggantian Kepala BIN akan dilakukan. Menurutnya, semua bergantung pada putusan Presiden Jokowi.
"Yang jelas itu kewenangan dari Jokowi, mengganti atau tidaknya Kepala BIN dengan siapapun ya itu kewenangan Presiden," ucapnya.
Ujang juga tak menutup kemungkinan penggantian akan tetap dilakukan. Sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebab yaitu adanya keretakan hubungan antara Jokowi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Juga soal adanya dugaan ketidaknetralan BIN.
"Apakah akibat ada keretakan antara Pak Jokowi dengan Megawati, bisa iya, bisa tidak. Bisa ada hubungannya, bisa juga tidak. Apakah ada hubungannya dengan adanya pakta integritas di Sorong untuk memenangkan capres tertentu itu, bisa iya, bisa tidak," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








