Akurat Logo

KPU Gandeng Pokja KPP Gelar FGD Insan Pers Berintegritas Untuk Pemilu Berkualitas

Citra Puspitaningrum | 17 November 2023, 15:27 WIB
KPU Gandeng Pokja KPP Gelar FGD Insan Pers Berintegritas Untuk Pemilu Berkualitas
 
AKURAT.CO KPU RI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Pokja Koalisi Pewarta Pemilu di Horison Suites & Residences, Jalan HR Rasuna Sa'id, Jakarta Selatan pada Jumat (17/11/2023).
 
Ketua KPP, Ahmad Satryo Yudhantoko mengatakan, insan pers memiliki peran penting dalam menjaga integritas untuk mewujudkan pemilu berkualitas. 
 
"Melalui tangan-tangan kita, melalui ide kita, melalui karya kita pelaksanaan Pemilu 2024 itu ditentukan, apakah akan berjalan dengan baik, jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia (Jurdil Luber)," kata Satryo. 
 
 
Menurutnya, FGD yang digagas KPP bersama KPU RI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dan meliput wartawan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024. 
 
"Tantangan terbesar dari teman-teman media sejauh ini masih sama, yaitu bagaimana mencari informasi yang akurat dan benar di tengah kepungan disinformasi dan hoax di media sosial," ucapnya. 
 
Sehingga FGD ini, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya KPP mewujudkan insan pers yang berintegritas, dan pada akhirnya berkontribusi menciptakan Pemilu 2024 yang berkualitas," sambungnya.
 
Lebih lanjut, aktivis jurnalis itu menyampaikan apresiasinya kepada KPU RI dan PWI Pusat yang mendukung pengembangan kemampuan pewarta yang meliput pelaksanaan Pemilu 2024 yang tergabung dalam KPP.
 
"Terima kasih atas dukungan KPU RI maupun PWI Pusat beserta stakeholder lainnya, yang terus mendukung upaya pengembangan kualitas pewarta pemilu, dan diharapkan bisa terus bersinergi untuk ke depannya," tambahnya.
 
 
Dalam kesempatan yang sama, August Mellaz menyampaikan pentingnya peran media dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.
 
"Para jurnalis dapat mengontribusikan pengalamannya selama meliput isu kepemiluan, karena tulisan yang diproduksi jurnalis pemilu juga penting bagi KPU sebagai catatan kritis yang berguna dalam menjalankan berbagai tahapan," ucapnya.
 
Sementara, Henry CH Bangun mengingatkan pewarta jurnalis pemilu agar tetap memegang teguh UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis dalam meliput Pemilu 2024.
 
Pasalnya, dia mencatat beberapa kerawanan dalam peliputan pemilu, seperti tidak independennya pewarta maupun perusahaan persnya karena rentan berpihak kepada salah satu calon.
 
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.