Kampanye Medsos Banyak Konflik Kepentingan Di Pemilu 2024, Bawaslu Catat Sebagai Kerawanan

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mencatat kampanye pemilu melalui media sosial rawan terjadi kepentingan politik.
Terutama kampanye hitam yang bertujuan untuk menjatuhkan kandiat pasangan calon presiden dan wakil presiden maupun terhadap figur kompetitor dalam pileg.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menuturkan, informasi yang disebarkan melalui medsos kerap disalahartikan karena tidak memiliki pengertian yang jelas.
Baca Juga: Tips Mencegah Banjir Pelanggaran Kampanye Di Pemilu 2024 Dari Bawaslu
"Medsos ini merupakan unsur yang membuat kerawanan pemilu karena sering kali menyebarkan informasi hoaks dan menyesatkan," katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).
Sebagai contoh, anggota Bawaslu RI dua periode itu menyebutkan informasi mengenai satu kapal kontainer yang berisi surat suara sudah dicoblos pada Pemilu Serentak 2019 lalu.
"Masyarakat agar memanfaatkan media mainstream dalam menyaring setiap informasi terkait dengan penyelanggaraan pemilu," demikian Bagja.
Baca Juga: Bawaslu: Konvoi Kampanye Yang Langgar Lalu Lintas Bisa Ditindak Polisi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








