Akurat

Seruan Boikot Produk Pro Israel, Begini Tanggapan Pedagang Kelontong

Gerdiansyah | 7 November 2023, 12:44 WIB
Seruan Boikot Produk Pro Israel, Begini Tanggapan Pedagang Kelontong

AKURAT.CO - Ramai ajakan boikot produk terkait Israel lalu bagaimanakah tanggapan pedagang kelontong?

Mengandalkan hidup dari hasil dagangan, para pedagang kelontong resah dan khawatir ajakan tersebut menjadi bola liar yang justru menimbulkan fitnah, membuat usaha bangkrut yang akhirnya tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga termasuk menyekolahkan anak.

“Kalau mengajak masyarakat memboikot dan tidak mau membeli makanan dan minuman, terutama air galon yang kami jual, bisa dipastikan saya tidak akan bisa lagi mengirim uang kepada keluarga di kampung," kata Ucok.

Baca Juga: Dukung Boikot Israel, Anggota Kongres Perempuan AS Dilarang ke Tebi Barat

Ucok bersama istrinya sehari-hari menjual sembako dan berbagai makanan dan minuman termasuk air minum kemasan merek Aqua di daerah Curug, Cisalak, Depok.

Aqua, air mineral dari brand Danone, tak luput dari aksi boikot lantaran produk ini masuk dalam daftar list produk Israel sebagaimana dibagikan di banyak platfom media sosial.

"Adik-adik kami juga tidak bisa lagi ke sekolah karena tidak ada biaya. Padahal penjualan air galon Aqua termasuk dagangan saya yang paling laris dan banyak dibeli masyarakat,” kata Ucok.

"Ini kan aneh, mau menolong saudara yang jauh tapi menzalimi saudara muslim yang dekat apalagi bisa menimbulkan fitnah," tambahnya.

Baca Juga: Boikot Pro-Israel

Sebagai seorang muslim, Ucok mengaku tidak setuju dengan apa yang dilakukan Israel terhadap masyarakat di Palestina. Tapi dia berharap upaya perlawanan ditempuh dengan cara-cara bijak.

"Kita kan bisa membantu dengan mendoakan atau ikut menyumbang. Tapi janganlah melakukan boikot yang justru akan merugikan umat Islam seperti saya ini yang hanya mengandalkan hidup dari hasil jualan," ucapnya.

"Sebagai umat muslim, saya juga tidak lupa untuk menyisihkan sebagian penghasilan saya berjualan untuk saya sumbangkan untuk bersedekah bahkan kepada saudara-saudara kita di Palestina lewat lembaga resmi yang dibentuk di daerah saya ini," tambahnya.    

Baca Juga: Seruan Boikot Produk Pro-Israel Menggema Di Monas, Coca Cola, McDonald, Nestle Hingga Danone-AQUA Ikut Disebut

Hal senada disampaikan Sutarmi, pedagang kelontong lainnya yang berjualan di wilayah Cisalak Pasar, Depok.

Ibu dua anak yang sudah ditinggal mati suaminya sejak beberapa bulan lalu ini merasa resah mendengar adanya ajakan dari pihak-pihak tertentu untuk melakukan boikot terhadap produk-produk yang diproduksi di dalam negeri dan bukan barang impor dari Israel.  

“Saya khawatir ini bisa berdampak terhadap barang-barang yang saya jual, baik makanan dan minuman," ucapnya.

"Kami kan tidak menjual produk dari Israel. Semua produk yang saya jual dibuat di Indonesia oleh karyawan Indonesia. Tapi kenapa usaha kami harus dimatikan dengan isu-isu boikot? Kalau mau boikot, boikot lah produk-produk impor yang mahal-mahal. Jangan produk sehari-hari yang kami jual untuk menghidupi keluarga,” tuturnya.

Baca Juga: Siapakah Sosok Yahya Saree? Juru Bicara Kelompok Militer Yaman Yang Umumkan Akan Perangi Israel

Sutarmi mengaku selama ini penjualan makanan, minuman dan susu menjadi andalan di warungnya. Dari hasil berjualan dia bisa membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya.

"Apalagi air galon isi ulang, sudah banyak yang jadi pelanggan. Tapi dengan adanya isu boikot otomatis penghasilan saya akan merosot dan saya tidak akan bisa lagi membiayai kebutuhan anak-anak saya," kata Sutarmi.

Dia mengatakan siapapun yang menyerukan boikot terhadap produk yang bukan produksi Israel seperti Aqua menimbulkan fitnah dan menzalimi pedagang kecil. Karena berjualan baginya andalan ekonomi keluarga.  

Parmin yang berjualan kelontong di daerah Pancoran Mas Depok juga mengeluhkan hal yang sama.

Dia resah penghasilan warungnya dari berjualan sembako dan berbagai air minum termasuk galon kemasan isi ulang bisa merosot karena adanya ajakan untuk memboikot produk-produk negara lain yang berkaitan dengan konflik Israel dan Palestina.

“Saya meminta janganlah ada aksi boikot-boikot seperti itu. Pedagang kayak saya jadi pihak yang dirugikan. Apalagi saya saat ini sedang membiayai pengobatan kedua orang tua saya yang sedang sakit. Kita sebaiknya berdoa saja agar peperangan di sana segera berakhir dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat peperangan itu,” katanya.

Dia mengaku telah merintis usaha kelontong ini sejak empat tahun lalu. Barang-barang yang dijualnya berupa sembako dan berbagai makanan dan minuman termasuk air kemasan galon isi ulang.

 “Jualan air kemasan galon saya termasuk ramai pembeli, sampai-sampai saya bisa kehabisan stok, apalagi saat musim panas sekarang ini. Penghasilannya juga lumayan lah. Yang penting keluarga bisa makan dan bisa membiayai orang tua untuk berobat,” tukasnya.

Baca Juga: Daftar Negara Ini Jadi Pemasok Senjata Hizbullah, Kelompok Lebanon Yang Ancam Perangi Israel

Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus mengatakan aksi boikot itu justru akan berdampak terhadap masyarakat Indonesia sendiri.

“Boikot itu hanya akan merugikan ekonomi kita, dan membuat tenaga kerja yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang produk-produknya diboikot banyak yang menganggur,” katanya.

Dia mengatakan ada cara lain yang bisa dilakukan untuk memprotes aksi kekerasan Israel terhadap warga Palestina selain aksi boikot yang jelas-jelas akan merugikan masyarakat sendiri dan ekonomi.

Misalnya dengan menyerukan agar Israel segera menghentikan aksi militernya ke Palestina.

 “Karena, restoran-restoran atau perusahaan yang mereknya dari Amerika atau negara yang disebut sekutu Israel itu, bahan bakunya kan tidak langsung dikirim dari sana tapi dari sini juga. Artinya, industrinya itu kan sudah di lokalisasi semua.

Seperti ayam goreng Kentucky atau McD dan Aqua, itu bahannya tidak didatangkan dari luar tapi dalam negeri kita. Jadi kalau diboikot itu sama saja dengan merugikan masyarakat kita sendiri,” katanya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A