Akurat Logo

Dukung Boikot Israel, Anggota Kongres Perempuan AS Dilarang ke Tebi Barat

M Rahman Akurat | 17 Agustus 2019, 16:05 WIB
Dukung Boikot Israel, Anggota Kongres Perempuan AS Dilarang ke Tebi Barat

AKURAT.CO, Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Rashida Tlaib menegaskan tidak akan lagi mengunjungi Tepi Barat dengan syarat menindas yang dibuat oleh pemerintah Israel.

Tlaib yang asli Palestina itu mengungkapkan sikapnya itu sehari setelah pemerintah Israel melarangnya bersama anggota Kongres AS Ilhan Omar masuk ke Israel karena mendukung gerakan boikot Israel.

Sesuai undang-undang Israel, para pendukung gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) dapat ditolak masuk ke Israel.

Setelah melarang kunjungan dua wanita anggota Kongres AS, Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri menyatakan untuk mengizinkan Tlaib melakukan kunjungan kemanusiaan ke neneknya di Tepi Barat, tapi hanya setelah dia mengirimkan janji tertulis untuk menghormati syarat yang diterapkan Israel.

“Tlaib harus berjanji tidak mempromosikan boikot Israel selama kunjungannya,” ungkap surat yang dikirim Deri pada Tlaib, dilansir Al Jazeera.

Namun dalam tweetnya, Tlaib menegaskan neneknya tidak akan mengizinkannya berkunjung dengan syarat semacam itu.

"Membungkam saya dan memperlakukan saya seperti kriminal bukan apa yang dia inginkan pada saya. Ini akan membunuh sebagian diri saya. Saya telah memutuskan bahwa mengunjungi nenek saya dengan syarat menindas itu akan bertentangan dengan semua yang saya yakini, melawan rasisme, tekanan dan ketidakadilan," tegas Tlaib.

“Saat saya menang, ini memberi rakyat Palestina harapan bahwa seseorang akhirnya akan mengatakan kebenaran tentang kondisi tidak berperikemanusiaan. Saya tidak dapat membiarkan Negara Israel mengambil cahaya itu dengan menghina saya dan menggunakan cinta saya untuk nenek saya agar membungkuk pada penindasan mereka dan kebijakan rasis mereka,” papar Tlaib.

Tlaib, 43, yang lahir di AS itu memiliki leluhur di Desa Beit Ur al-Fauqa, Tepi Barat, Palestina. Nenek dan keluarga besarnya masih tinggal di desa itu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.