Akurat Logo

Jokowi Setuju Keinginan Prabowo Ajak Lawan Politik Setelah Pilpres

Atikah Umiyani | 7 November 2023, 04:18 WIB
Jokowi Setuju Keinginan Prabowo Ajak Lawan Politik Setelah Pilpres
 
 
 
AKURAT.CO - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui keinginan dari bakal Calon Presiden Prabowo Subianto jika dirinya menang di Pilpres 2024.
 
Prabowo ingin akan meniru langkah Jokowi yang mengajak lawan politik untuk masuk dalam pemerintahan untuk bersama-sama bekerja demi kepentingan bangsa dan negara jika terpilih menjadi presiden.
 
Jokowi sangat sepakat dengan usulan Prabowo. Ia ingin pasca Pilpres 2024 situasi tetap rukun dan damai. Di sisi lain, persatuan masyarakat bisa tetap terjaga.
 
"Setelah berkompetisi, saya setuju tadi Pak Prabowo, bersatu kembali, rukun kembali," kata Jokowi dalam perayaan HUT Golkar ke 59 di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023).
 
 
Jokowi mengingatkan agar pihak yang berhasil memenangi Pilpres 2024 nanti tidak berlaku angkuh kepada lawan politik. Begitupun dengan pihak yang kalah. Jokowi ingin hal tersebut menjadi pegangan dari semua kontestan pilpres.
 
"Dan ingat mulai dari sekarang yang kita pegang betul nanti jika menang jangan jumawa. Jika kalah juga jangan murka," ujarnya.
 
Sebelumnya, dalam acara yang sama, Prabowo mengaku banyak belajar soal sikap kenegaraan Jokowi. Ia pun berjanji akan mengajak pihak yang kalah untuk bergabung dalam pemerintahan jika dirinya bisa memenangi Pilpres 2024.
 
 
"Contoh kenegaraan bapak, saya belajar banyak dari bapak. Ngeluruk tanpa bolo, menang tanpa ngesorake. Menang tapi tidak menyakitkan tapi mengajak. Saya kira ini pelajaran untuk bangsa Indonesia," kata dia.
 
"Dan saya seandainya, insya Allah mendapat mandat, saya pun ingin meniru langkah bapak. Saya pun akan mengajak semua unsur untuk bekerja sama membangun bangsa Indonesia," sambung Prabowo.[]
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.