AKURAT.CO Salah satu momen penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan adalah Sumpah Pemuda. Pada tanggal 28 Oktober, setiap tahunnya, Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda untuk menghormati peristiwa bersejarah ini.
Sumpah Pemuda yang pertama kali dilakukan pada 1928, bukan hanya sebuah janji untuk merdeka, tetapi juga sebuah komitmen untuk meraih persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang kaya di Indonesia.
Ikrar ini menjadi perekat yang kuat dalam perjuangan menuju kemerdekaan, yang akhirnya dicapai pada 17 Agustus 1945.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Hari Sumpah Pemuda, Awalnya Tak Disebut Sebagai Sumpah Pemuda
Dalam peristiwa Sumpah Pemuda, berikut ada 8 tokoh yang menjadi peran sentral:
1. Amir Sayrifudin
Amir Syarifudin dilahirkan di kota Medan pada 27 Mei 1907. Dalam Kongres Pemuda II, peran penting Amir adalah sebagai bendahara.
Selain itu, dia juga memberikan kontribusi ide-ide yang sangat berharga selama proses perumusan Sumpah Pemuda
2. Soekarno Sastrowardoyo
Soenario Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun pada tanggal 28 Agustus 1902. Peran pentingnya adalah sebagai penasehat panitia Kongres Pemuda II.
Saat kongres tersebut berlangsung, Soenario juga tampil sebagai pembicara dengan menyampaikan makalah berjudul "Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia."
3. Sarmidi Mangoensarkoro
Sarmidi Mangoensarkoro lahir di Surakarta pada 23 Mei 1904. Ia adalah figur yang memegang peran utama dalam bidang pendidikan.
Ketika berbicara tentang pendidikan bagi masyarakat Indonesia, Sarmidi secara aktif berpartisipasi dalam Kongres Pemuda I dan II.
Selain itu, Sarmidi pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari tahun 1949 hingga 1950.
Baca Juga: 15 Ide Kata-kata Inspiratif Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Pas Jadi Caption Foto Di Media Sosial
3. W.R Supratman
Wagw Rudolf Supratman atau yang biasa dikenal dengan W.R. Supratman, lahir di Jatinegara pada 9 Maret 1903, dia menunjukkan bakat musik sejak usia muda dan mendalaminya dari kakaknya.
W.R. Supratman ini merupakan pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan dalam Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928.
Hingga saat ini, lagu tersebut masih menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang menjadi lambang persatuan bangsa.
4. Muhammad Yamin
Muhammad Yamin, yang lahir di Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 28 Agustus 1903, adalah sosok yang mengemban peran penting dalam sejarah Indonesia.
Pada Kongres Pemuda II, beliau aktif menyampaikan pandangan dan gagasan melalui sejumlah pidato yang memengaruhi arah perjuangan kemerdekaan. Salah satu pidato yang sangat terkenal saat itu adalah "Persatuan Bukan Perbedaan."
Selain itu, Muhammad Yamin juga dikenal sebagai seorang penyair dan ahli dalam bidang hukum sejarah, hingga menjadikannya salah satu tokoh yang sangat berkontribusi dalam perjuangan dan pemahaman nasionalisme Indonesia. (Ami Fatimatuz Z)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







