Akurat

5 Janji Jokowi Untuk Warga Pulau Rempang

Eko Krisyanto | 27 September 2023, 11:53 WIB
5 Janji Jokowi Untuk Warga Pulau Rempang

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan lima janji terhadap warga Pulau Rempang usai bertemu langsung dengan masyarakat dan pemuka adat setempat. Hal ini terkait dampak pembangunan Rempang Eco-City.

Lima hal itu telah disepakati dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (25/9/2023).

Pertama, Jokowi memastikan relokasi ke Pulau Rempang ditiadakan. Warga yang terdampak akan digeser ke Kampung Tanjung Banon, masih di wilayah Pulau Rempang.

Baca Juga: Jokowi ‘Jalan Keluar’ Permasalahan Lahan Di Pulau Rempang

"Artinya kita menyetujui aspirasi dari masyarakat. Dengan demikian kita geser ke Tanjung Banon, itu masih di Rempang, hanya tiga kilometer," ujar Bahlil.

Kedua, makam leluhur dan datuk dipastikan tak digeser meski ada pembangunan Eco-City. Bahkan, pemerintah menjanjikan makam-makam leluhur dan datuk akan dipagari dengan gapura.

"Supaya malam Jumat orang mau ziarah, keluarganya, mau hari raya, itu diberikan tempat yang baik," kata Bahlil.

Ketiga, Jokowi menjanjikan kompensasi bagi warga terdampak, berupa lahan seluas 500 meter persegi di Tanjung Banon, dilengkapi dengan sertifikat hak milik (SHM), dan rumah tipe 45 seharga Rp120 juta. Namun jika rumah warga yang digusur harganya lebih dari Rp120 juta sesuai perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) maka pemerintah akan menambah kompensasinya.

Baca Juga: Jokowi Beri Mandat Menteri Bahlil Selesaikan Ricuh Pulau Rempang

Pemerintah juga akan memberikan kompensasi biaya penyewaan rumah sementara senilai Rp1,2 juta untuk satu keluarga, selama proses pembangunan permukiman di Tanjung Banon berlangsung.

Adapun, setiap anggota dalam satu keluarga akan mendapat kompensasi Rp1,2 juta.

"Kalau satu KK empat orang berarti empat kali Rp1,2 juta, Rp4,8 juta. Itu Rp4,8 juta sudah di atas UMR. Ditambah satu KK Rp1,2 juta. Jadi sebenarnya Rp6 juta plus uang sewa rumah," Bahlil menjelaskan.

Jika warga memiliki tambak dan kapal maka pemerintah juga akan memberikan kompensasi.

Janji keempat ialah warga Pulau Rempang akan dilibatkan dalam investasi di Rempang Eco-City. Pemerintah memastikan warga Pulau Rempang tak hanya menjadi pekerja di proyek tersebut.

"Kita sudah bicara sama pengusahanya, sama investornya," ucap Bahlil.

Kelima, pemerintah akan membangun infrastruktur jalan, fasilitas umum seperti sanitasi, sekolah puskesmas, pesantren, masjid, tempat penampungan ikan (TPI) untuk mengakomodasi mata pencarian warga, juga di Tanjung Banon. (Ridho Hatmanto)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK