Akurat

Sejarah Insiden Perobekan Bendera Belanda Di Hotel Yamato

Eko Krisyanto | 20 September 2023, 13:44 WIB
Sejarah Insiden Perobekan Bendera Belanda Di Hotel Yamato

AKURAT.CO Peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, pada 19 September 1945, menjadi awal mula terjadinya perang.

Hotel Yamato dijadikan sebagai markas RAPWI atau Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees. Tempat ini merupakan bantuan rehabilitas untuk tawanan perang, baik dari sisa prajurit Jepang maupun Belanda.

Lalu, bagaimana bisa terjadi perobekan bendera? Simak penjelasannya berikut.

Baca Juga: Asal-usul Nama Garut, Berawal Dari Salah Pengucapan Orang Belanda

Awal Mula Insiden

Presiden Soekarno mengumumkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera Merah Putih harus dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia.

Begitu pula di Surabaya, rakyat dengan semangat mengibarkan bendera Merah Putih. Termasuk di atas Hotel Yamato.

Pada tanggal 19 September 1945, Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang ke Surabaya untuk mengurus tentara Jepang dan tawanan perang Belanda. Mereka menggunakan Hotel Yamato sebagai markas.

Rasa suka cita rakyat Surabaya tidak berlangsung lama karena Belanda telah menurunkan bendera Merah Putih. Kemudian digantikannya dengan bendera Belanda di atas Hotel Yamato.

Hal tersebut tentu menciptakan kemarahan dari rakyat Surabaya yang melihat itu. Tak lama muncul kerumunan massa di sekitar Hotel Yamato.

Sebelum insiden perobekan bendera Belanda terjadi, ada pertemuan antara Residen Surabaya, Sudirman, dengan WVC Ploegman perwakilan Belanda di Hotel Yamato.

Baca Juga: Bukti Sejarah Kemerdekaan, Terungkap Mistisnya Hotel Yamato yang Bikin Merinding!

Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato

Sudirman meminta kepada pihak Belanda untuk menurunkan bendera mereka di atas Hotel Yamato. Namun, Ploegman menolak karena tidak mengakui kedaulatan Indonesia.

Hal tersebut membuat masyarakat Surabaya marah, sehingga terjadilah perkelahian di dalam Hotel Yamato

Terjadinya insiden tersebut, banyak korban yang terluka. Bahkan, beberapa pejuang Indonesia turut gugur.

Mr. Ploegman yang mengibarkan bendera Belanda juga dinyatakan tewas.

Kekuatan warga Surabaya mampu menguasai Hotel Yamato dan mencapai tiang bendera Belanda.

Sesampainya di atap hotel, Haryono dan Kusno Wibowo lalu merobek bagian biru dari bendera Belanda tersebut. Alhasil bendera yang dikibarkan kembali menjadi merah putih.

Pasca-insiden Perobekan Bendera

Insiden di Hotel Yamato tersebut menjadi titik awal terjadinya Pertempuran Surabaya. Kemudian pada 27 Oktober 1945, mulailah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris. Pertempuran tersebut berlangsung sampai 20 November 1945.

Perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato merupakan aksi simbolis untuk menyatakan kemerdekaan dalam melawan penindasan oleh para penjajah. Serangkaian aksi telah dilakukan oleh rakyat Surabaya untuk menyatakan bahwa Indonesia sudah merdeka.

Demikianlah penjelasan tentang sejarah di balik perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya. Semoga bermanfaat. (Tasya Nurhaliza Putri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK