Akurat

Jenis-jenis Polusi Dan Cara Menguranginya Di Lingkungan

Eko Krisyanto | 19 September 2023, 14:27 WIB
Jenis-jenis Polusi Dan Cara Menguranginya Di Lingkungan

AKURAT.CO Polusi lingkungan menjadi pembicaraan selama tahun 2023 ini. Terutama di daerah perkotaan padat, polusi dihasilkan dari aktivitas manusia itu sendiri termasuk industri dan transportasi yang akan berdampak pada kesehatan manusia, merusak ekosistem serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Agar dapat Mengatasi masalah ini setidaknya pada lingkungan sekitar maka perlu mengenali jenis-jenis polusi yang ada dan mengambil tindakan untuk menguranginya.

Baca Juga: Soal Polusi Udara, Publik Diimbau Ikuti Data Pemerintah

Jeni-Jenis Polusi Lingkungan

  1. Polusi udara: Perkotaan yang padat penduduk seperti di DKI Jakarta, di Jawa Barat, Banten, dan sebagainya jelas memiliki aktivitas yang ramai juga, dari aktivatas manusianya, polusi udara bisa dihasilkan melalui gas buang kendaraan pribadi, seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida. Selain itu juga dari partikel debu, asap indusrti, dan polusi asap rokok
  2. Polusi Air: Polusi air terjadi ketika zat-zat yang mencemari atau merusak kualitas air masuk ke dalam sumber air. Polusi air ini bisa berasal dari berbagai sumber, di antaranya:
  • Pencemaran industri: limbah industri, termasuk bahan kimia beracun dan limbah berbahaya dapat mencemari air ketika tidak dikelola dengan baik.
  • Pencemaran pertanian: penggunaan pupuk dan pestisida di pertanian dapat mengakibatkan aliran limbah pertanian ke dalam sungai atau aliran air lainnya.
  • Sampah plastik: sampah plastik yang dibuang di perairan dapat menjadi bentuk polusi yang signifikan dan tentu mengancam kehidupan laut serta ekosistem perairan.
  1. Polusi tanah: Polusi tanah terjadi ketika zat-zat penemar mencemari lapisan tanah, menganggu kualitas dan kesuburan tanah serta berpotensi merusak lingkungan. Polusi tanah bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pencemaran minyak dan bahan bakar, tumpukan sampah, sampai ke penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
  2. Polusi cahaya: fenomena ketika cahaya buatan manusia, seperti lampu jalan, pencahayaan bangunan dan tanda-tanda neon, dapat mengganggu dan berdampak negatif terhadap lingkungan, astronomi serta kesehatan manusa.

Baca Juga: Bagaimana Polusi Udara Meningkatkan Risiko ISPA?

Cara Mengurangi Polusi di Lingkungan

1. Menggunakan transportasi umum

Menggunakan transportasi umum adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi polusi di lingkungan, karena dari penggunaan kendaraan pribadi terutama yang berbahan bakar fosil seperti motor dan mobil merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca.

2. Mengelola limbah dengan benar

Mengelola limbah dengan benar adalah langkah penting untuk mengurangi polusi di lingkungan. Limbah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta berdampak negatif pada kesehatan manusia. Berikut beberapa cara untuk mengelola limba dengan benar:

  • Pemisahan limbah: memisahkan limbah organik dan non-organik, dan limbah berbahaya agar dapat diproses dengan benar.
  • Recycle: memilah limbah yang dapat didaur ulang seperti kertas, botol, plastic dan kaleng.
  • Penggunaan produk ramah lingkungan: pilih produk yang ramah lingkungan dan kurangi penggunaan barang sekali pakai.
  • Kompos: limbah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah

3. Menjaga kualitas udara

Hindari pembakaran sampah di area terbuka, karena pembakaran ini dapat menghasilkan partikel dan polutan udara yang merusak.

4. Melindungi sumber air bersih

Seperti mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang bisa merusak kualitas sumber air.

Semua individu memiliki peran dalam mengurangi polusi lingkungan. Dengan mengenali jenis-jenis polusi yang ada dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya, tentu dapat menjaga lingkungan agar tetap sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Semakin banyak orang yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat dihasilkan dalam melawan polusi lingkungan. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK