Akurat

Prabowo Akui Lobi SBY

Atikah Umiyani | 12 September 2023, 14:55 WIB
Prabowo Akui Lobi SBY



AKURAT.CO Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak membantah melobi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika keduanya bertemu dalam acara HUT ke-64 Pepabri, di Jakarta, Selasa (12/9/2023). Prabowo merasa hal itu wajar saja.

Keduanya diketahui duduk dalam satu meja dalam acara yang turut dihadiri pentolan-pentolan militer. Seperti Wiranto, Hendropriyono dan Ketua Pepabri Agum Gumelar.

"Ya, itu demokrasi," ujar Prabowo secara singkat kepada wartawan, sambil meninggalkan lokasi acara, ketika ditanyai adanya lobi-lobi.

Baca Juga: Ketika SBY, Prabowo, Wiranto Dan Hendropriyono Dendangkan 'Manis Dan Sayang'

Prabowo dan SBY mengambil jalan politik selepas purna tugas. Keduanya sama-sama mengikuti pilpres namun hanya SBY figur militer yang menang terpilih menjadi presiden. 

Demokrat diketahui telah menarik dukungan terhadap Anies, dan meninggalkan Koalisi Perubahan. Sedangkan Gerindra, kehilangan dukungan dari PKB yang bersama Nasdem mendukung Anies.

Kendati begitu, Prabowo menginginkan agar momen duduk berdampingan itu tidak dilihat dengan kaca mata politik. Kehadiran keduanya wajar saja lantaran sama-sama bagian dari militer, dan sudah purnawirawan.

Baca Juga: Di Hadapan SBY Dan Prabowo, Agum Gumelar Beberkan 3 Kriteria Penerus Jokowi

“Ini kan ulang tahun Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri), ya kita duduk bersama,” kata Prabowo.

Tidak hanya duduk berdampingan, SBY dan Prabowo pun kompak ikut memeriahkan perayaan HUT dengan menyanyikan lagu Koes Plus berjudul "Manis dan Sayang".

Ketua Umum Pepabri Agum Gumelar pun angkat bicara soal kedekatan dan kekompakan SBY dan Prabowo. Menurutnya, sesama purnawirawan sudah sewajarnya Prabowo dan SBY saling akrab.

“Sesama purnawirawan itu harus akrab,” kata Agum di lokasi yang sama.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.