Akurat

Sikapi Tayangan Azan Ganjar, Bawaslu Jangan ‘Lebay’

Paskalis Rubedanto | 12 September 2023, 12:17 WIB
Sikapi Tayangan Azan Ganjar, Bawaslu Jangan ‘Lebay’

 

AKURAT.CO Bawaslu diminta tidak berlebihan alias lebay dalam menyikapi munculnya Ganjar Pranowo dalam siaran azan Mahrib yang disiarkan pada salah satu televisi swasta. Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy menganggap tak ada yang salah dalam tayangan itu.

Politisi yang akrab disapa Romy mengingatkan Bawaslu bahwa Ganjar Pranowo belum berstatus resmi sebagai bakal capres. Dia menolak hadirnya Ganjar dalam tayangan tersebut dianggap sebagai kampanye, atau kampanye terselubung.

“Saya kira berlebihan jika hal ini disikapi Bawaslu,” kata Romy, dalam pesan singkat yang diterima Akurat.co, di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga: Ganjar Pranowo Jadi Model Tayangan Azan Magrib, Gerindra Percaya Bawaslu Dan KPI

Menurutnya berlebihan kalau Bawaslu harus bereaksi menyikapi tayangan tersebut. “Tayangan azan itu kan bukan ajakan kampanye, siapapun bisa tampil disitu dan Ganjar belum menjadi capres secara resmi,” kata dia.

Secara terpisah, peneliti Formappi Lucius Karus menyebut, strategi menampilkan Ganjar dalam tayangan azan tidak elegan. Bahkan bisa memicu disharmoni pada barisan parpol yang bekerja sama mendukung Ganjar Pranowo.

Dia menganggap kehadiran Ganjar dalam siaran televisi MNC Group, milik Ketum Perindo Hary Tanoe (HT), tidak dikomunikasikan terlebih dulu dengan parpol-parpol lain. “Penting agar inisiatif satu parpol dibicarakan dengan parpol lain agar tidak menimbulkan disharmoni di antara parpol pendukung dan pengusung," kata Lucius.

Baca Juga: PPP: Demokrat Lebih Mudah Gabung Koalisi Ganjar Karena Bebas Transfer

Sekretaris Tim Koordinator Relawan DPP PDIP, Deddy Sitorus, tidak menjawab ketika disinggung siapa yang berinisiatif menampilkan Ganjar dalam siaran azan. Dia menegaskan tidak ada norma hukum maupun etika yang dilanggar Ganjar dengan hadir dalam tayangan itu.

“Enggak ada yang salah, Ganjar itu kan rakyat biasa, bukan pejabat dan bukan siapa-siapa. Dia punya hak yang sama dengan siapapun untuk tampil di sana," bebernya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.