Akurat

Buku Awas Digulung Arus Sejarah Sudah Beredar, Bacaan Wajib Capres 2024

Petrus C. Vianney | 7 September 2023, 17:07 WIB
Buku Awas Digulung Arus Sejarah Sudah Beredar, Bacaan Wajib Capres 2024

 

AKURAT.CO Buku masih menjadi media yang paling tepat untuk merangkum pikiran dan tindakan tokoh-tokoh dunia.

Itu pula yang dilakukan oleh Bendahara Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, dengan menulis buku berjudul Awas Digulung Arus Sejarah (ADAS) yang saat ini sudah beredar luas.

Dalam wawancara khusus di program Akurat Talk, Addin menyebut buku ADAS sejatinya merupakan kado untuk ulang tahun ke-62 Presiden Joko Widodo. Secara garis besar kehadiran ADAS juga sebagai rangkaian soft landing Joko Widodo mengakhiri kepemimpinannya di Indonesia.

"Buku ini saya persembahkan sebagai hadiah ulang tahun ke-62 Bapak Presiden Joko Widodo, dan didedikasikan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda para pewaris peradaban," ucap Addin.

Buku ADAS menarasikan pikiran dan tindakan Jokowi sebagai Presiden Ke-7 Republik Indonesia berdasarkan nukilan pidato, sambutan, amanat dan dialog yang disampaikan dalam acara-acara resmi kenegaraan dan kegiatan lainnya, baik di dalam maupun luar negeri selama kurun waktu 2014-2023.

ADAS terdiri dari delapan bab yang masing-masing membahas cita-cita besar Indonesia ke depan. Di antaranya merawat demokrasi, peta jalan revolusi industri, siasat ekonomi hingga peradaban baru di Indonesia.

Buku setebal 272 halaman ini wajib dibaca oleh semua kalangan lantaran memuat rekam jejak Presiden Jokowi dari masa ke masa, kebijakan yang mengarah untuk kemajuan masa depan, aspirasi untuk para pemimpin lainnya serta energi dan komitmen besar yang nyata untuk Indonesia.

Sejumlah capaian Presiden Jokowi selama memimpin Indonesia juga disajikan, di antaranya realiasai pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,31 persen; pembangunan jalan tol hingga sepanjang 1.569,17 kilometer; turunnya angka kemiskinan hingga single digit (9.2 persen); dan naiknya angka rasio elektrifikasi berada di level 96,6 persen.

"Jadi, jika ada yang bertanya tentang Indonesia dan peradabannya saat ini, serta mau ke mana tujuannya? Buku ini akan menjawabnya. Saya berharap, melalui buku ini, masyarakat tidak hanya dapat memahami cita-cita bangsa dan negerinya. Lebih dari itu, kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, terpanggil untuk berkontribusi memajukan Indonesia," Presiden Jokowi menjelaskan dalam kata pengantar buku ADAS.

Selain Indonesia, ADAS juga diterjemahkan ke dalam 12 bahasa yakni Inggris, Prancis, Mandarin, Rusia, Spanyol, Arab, Jerman, Jepang, Italia, Korea, Portugis dan India.

Buku ADAS diterjemahkan dalam berbagai bahasa dengan tujuan agar seluruh warga dunia tahu perkembangan Indonesia hari ini bukan hanya bersumber dari media sosial, sehingga mereka tidak ragu untuk datang ke Indonesia, baik untuk berinvestasi, berkunjung, maupun bekerja sama dengan berbagai macam bidang.

Buku ini akan diluncurkan secara resmi di Jakarta dalam waktu dekat dan direncanakan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Tentu saja, apa yang dilakukan Presiden Jokowi belum benar sempurna. Setidaknya, Presiden Jokowi telah meletakkan dasar-dasar penting dalam membangun Indonesia sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila.

Buku ADAS menjadi rekam jejak Presiden Jokowi dan dapat menjadi panduan untuk masa depan Indonesia.

"Buku ini diharapkan sampai di para calon presiden. Jadi bukan hanya presiden, seluruh tim sukses, bahkan sampai lapisan masyarakat. Pentingnya adalah supaya bisa melihat secara utuh apa yang dibangun selama 10 tahun belakangan ini, sehingga apa yang perlu dibangun ke depan ini nyambung. Jadi, bagi saya politik berbasis gagasan dan ide," jelas Addin dalam perbincangan Akurat Talk yang dapat disaksikan melalui kanal Youtube Akuratco.

"Apapun relawannya, apapun pilihan politiknya, apapun pilihan capresnya, buku ini bacaannya," Addin menyampaikan slogan buku ADAS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.