Polusi, Sandiaga Uno Dan Batuk Jokowi

AKURAT.CO Tingginya polusi di kawasan Ibu Kota dan sekitarnya membuat Presiden Jokowi turun tangan. Presiden Jokowi menunjuk Menparekraf Sandiaga Uno, sebagai Menteri ESDM Ad Interim, menggantikan Arifin Tasrif yang sedang keluar negeri, untuk terlibat langsung mengurusi polusi di kawasan Jabodetabek.
Keputusan tersebut diambil Presiden Jokowi sewaktu rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Senin (14/8/2023). Sandi membenarkan hal itu dengan memosting dua konten melalui laman Instagram pribadi @sandiuno.
“Rencananya, akan dilakukan intervensi jangka pendek yang mampu meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik, seperti rekayasa cuaca untuk memancing hujan,” tulis Sandi dalam unggahan video ratas.
Ratas tersebut dihadiri antara lain Menko Marves Luhut Pandjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Perhubungan Budi Karya, Mendagri Tito Karnavian, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Sedangkan dalam konten lainnya, Sandi mengunggah tangkapan layar pemberitaan media yang memberitakan penunjukkan tersebut.
Sandi menilai, Jokowi tidak senang menyikapi polusi yang melanda Ibu Kota dan wilayah penyangga. Dalam ratas, Jokowi mengeluhkan perkembangan polusi dalam sepekan terakhir, hingga puncaknya pada Minggu (13/8/2023), kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat pada level angka 156.
Masalah tidak sehat ini rupanya di-highlight Sandi, yang menyebut, Presiden Jokowi turut menjadi korban polusi. Pasalnya Jokowi sudah empat minggu batuk, yang ditengarai akibat tingginya polusi udara.
“Karena Bapak Presiden sendiri sudah batuk hampir 4 minggu dan kemungkinan, dokter menyampaikan, ada kontribusi daripada udara yang tidak sehat dan kualitas yang buruk,” tulis Sandi, dalam unggahan yang menerangkan kehadirannya dalam ratas sebagai Menteri ESDM Ad Interim.
Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M Romahurmuziy alias Rommy, mengomentari penunjukkan Sandi menjadi Menteri ESDM Ad Interim. Eks Sekjen dan Ketum PPP menganggap penunjukkan tersebut bentuk kepercayaan Jokowi terhadap kinerja Ketua Bappilu PPP.
“Penunjukan Sandi selaku Menparekraf sebagai menteri ESDM Ad Interim, menunjukkan kepercayaan presiden atas kualitas kerjanya,” kata Rommy, kepada Akurat.co, di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
View this post on Instagram
Dia mengangap, umumnya menteri ad interim dipercayakan kepada menko, namun kali ini untuk urusan polusi, yang banyak dikeluhkan warga, Jokowi mempercayakan Sandi untuk mengurusnya.
“Sewajarnyalah menteri ad interim dijabat oleh menko yang membidanginya, namun kali ini justru presiden menunjuk menteri yang jauh berbeda sektor. Ini sekaligus menunjukkan harapan presiden bahwa Sandi juga sangat layak untuk menjadi harapan Indonesia ke depan,” kata Rommy.
Presiden Jokowi dalam arahannya meminta kementerian/lembaga terkait menyiapkan rekayasa cuaca dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi Euro 5 serta Euro 6, menangani polusi di Jabodetabek. Presiden juga meminta penambahan ruang terbuka hijau dalam bagian penanganan jangka pendek, yang harus dijalankan dalam sepekan ke depan.
Sedangkan untuk strategi jangka menengah, Jokowi mendorong pengurangan kendaraan berbasis fosil dengan mengarahkan masyarakat menggunakan transportasi umum berbasis massal, seperti LRT dan MRT. Presiden Jokowi meminta adanya penguatan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, sebagai strategi jangka panjang. Hal ini menitikberatkan pada pengawasan pada sektor industri dan pembangkit listrik.
Dari pembagian sektor tersebut, nampaknya Sandi dipercayakan mengurus strategi jangka panjang, selaku Menteri ESDM Ad Interim. Semoga Pak Jokowi tidak batuk lagi, Bang Sandi…
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





