Akurat

5 Faktor Kasus Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis Tahun 2022

Aji Nurmansyah | 18 Oktober 2022, 19:25 WIB
5 Faktor Kasus Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis Tahun 2022

AKURAT.CO, Kasus Ferdy Sambo disebut kasus paling dramatis tahun 2022. Berdasarkan survei dan riset kualitatif yang dilakukan LSI Denny JA, ada lima faktor yang membuat kasus Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J menjadi kasus paling dramatis tahun ini.

Faktor pertama, kasus Ferdy Sambo didengar oleh 87.5% populasi Indonesia. Masyarakat yang tidak pernah mendengar kasus Ferdy Sambo hanya 7.1%, kemudian hanya 5.4% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

"Artinya mayoritas absolut masyarakat Indonesia pernah mendengar atau mengetahui kasus ini. Tak banyak dalam sejarah kasus yang didengar lebih dari 75 persen populasi negaranya," kata Direktur CPA–LSI Denny JA, Ade Mulyana saat merilis hasil survei di Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Faktor kedua, sebut Ade Mulyana, kasus Ferdy Sambo didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat. Dari tingkat usia, responden berusia di bawah 30 tahun 94.4% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Responden berusia 30–39 tahun, 88.5% menyatakan pernah mendengar.

"Yang berusia 40– 49 tahun, 89.1% menyatakan pernah mendengar kasus Ferdy Sambo. Bahkan, yang berusia di atas 50 tahun, 81.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini," urai Ade.

Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat berdasarkan penghasilan. Masyarakat dengan penghasilan dibawah 2juta per bulan, 79% menyatakan pernah mendengar kasus Ferdy Sambo.

Kemudian masyarakat dengan penghasilan 2-3juta per bulan, 94% menyatakan pernah mendengar, masyarakat dengan penghasilan 3-4juta per bulan, 97.6% menyatakan pernah mendengar kasus Ferdy Sambo. 

"Masyarakat dengan penghasilan 4juta per bulan, 95.7% menyatakan pernah mendengar kasus Ferdy Sambo," sebut dia.

Faktor ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik berbulan-bulan. Kronologi kasus tewasnya Brigadir J mulai mencuat ketika Ferdy Sambo membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022. 

"Sampai dengan sekarang, Oktober 2022, berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo dibicarakan. Tak hanya dibicarakan di warung kopi tetapi di media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah," kata Ade Mulyana.

Faktor keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang penuh isu panas dan perubahan karakter. Dari kasus polisi tembak polisi, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen obstruction of justice atau tindak pidana karena menghalangi atau merintangi proses hukum dalam perkara.

"Lalu berubah lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, tuduhan uang gelap judi online, juga uang narkoba. Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang populer," imbuhnya.

Faktor kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kepercayaan pada polisi menurun 13%, dari 72.1% ke 59.1%.  Pada tahun 2018 kepercayaan pada polisi berada pada angka 87.8%, tahun 2019 atau setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi menurun pada angka 72.1%. 

"Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59.1%," demikian kata Ade Mulyana.

Ade menyampaikan data dan analisa lima faktor kasus Ferdy Sambo menjadi kasus paling dramatis tahun 2022 didasarkan pada survei nasional pada tanggal 11 - 20 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 provinsi di Indonesia. 

Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview) dan margin of error survei adalah sebesar +/- 2.9%.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.