Sikapi Kasus Holywings, Masyarakat Diminta Ikut Pikirkan Nasib Ribuan Karyawannya

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah, KH Achmad Imron meminta masyarakat arif dan bijaksana dalam melihat kasus yang belakangan heboh di masyarakat terkait adanya promosi/diskon di Holywings Indonesia yang diduga ada unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam diskon tersebut.
"Masyarakat harus arif dan bijak dalam melihat persoalan tersebut karena faktanya diskon tersebut untuk nama di kalangan masyarakat yang mempunyai nama Muhammad dan Maria," ungkap Gus Imron; sapaan akrabnya kepada awak media di Jakarta, Senin (18/7/2022).
Ia juga berpendapat dalam kasus tersebut tidak bisa dijadikan rujukan atau menuduh ada penista agama. "Penamaan ini sama halnya dengan nama Muhammad yang melakukan kejahatan atau melakukan perbuatan lainnya," ungkapnya.
Gus Imron juga sependapat bahwa Holywings telah melakukan kesalahan dalam membuat promosi karena menimbulkan pro kontra, apalagi masyarakat sangat rentan dalam persolaan keagamaan. Namun, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keberagaman, tentu harus melihat dengan jernih, apalagi pihak Holywings sudah meminta maaf.
"Saya juga menyayangkan kenapa ada promo sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat, apalagi kita sangat rentan dalam isu agama namun kita sebagai masyarakat harus arif dan bijak dalam melihat persoalan apalagi pihak ini juga sudah ditangani oleh hukum, mari kita ikuti proses hukum nya apakah ada unsur penistaan atau tidak biar pengadilan yang memutuskan," ucapnya.
Namun demikian, dia juga sependapat bahwa tidak ada makhluk di dunia yang setara dengan Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk berpikir dengan cerdas dan bertabayun dalam melihat persoalan sebelum menghakimi, sehingga duduk persoalan jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Jangan mau dan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dalam persoalan ini," kata dia.
Selain itu, Gus Imron juga meminta masyarakat ikut memikirkan 3.000 orang karyawan yang kena dampak dari penutupan gerai-gerai Holywings karena bukan saja 3.000 orang yang bergantung namun juga keluarga mereka untuk kelangsungan hidupnya.
"Akibat ditutupnya gerai-gerai Holywings pasti karyawannya dirumahkan sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu memikirkan mereka dan keluarganya karena demi keberlangsungan hidup," ujanya.
"Banyak persoalan lainnya yang bisa menjadi titik fokus umat tidak seperti persolan remeh temeh yang banyak pihak menunggangi seperti itu. Kenapa kita tidak fokus kepada kasus korupsi atau lainya jauh lebih penting dari pada persoalan ini," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




