Laras Faizati Divonis Bersalah Tanpa Penjara, Bukti KUHP dan KUHAP Baru Lebih Berkeadilan

AKURAT.CO Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman masa percobaan selama enam bulan kepada Laras Faizati, terkait kasus penghasutan membakar Gedung Mabes Polri saat demo akhir Agustus 2025 lalu.
Namun, Laras tidak perlu menjalani hukuman tersebut selama tidak melakukan tindak pidana selama setahun. Majelis hakim juga memerintahkan agar Laras segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini dibacakan.
Vonis tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru, membawa pendekatan penegakan hukum yang lebih berkeadilan.
Baca Juga: KUHP dan KUHAP Baru Tak Bisa Sewenang-wenang Memidanakan Pengkritik Pemerintah
"Vonis pidana pengawasan kepada Laras Faizati adalah contoh konkret bahwa hukum saat ini ditegakkan dengan hati nurani dan berorientasi pada keadilan, bukan sekadar kepastian hukum," kata Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, meskipun Laras Faizati dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, majelis hakim mempertimbangkan berbagai aspek sehingga tidak menjatuhkan pidana penjara sebagaimana lazim terjadi dalam kasus serupa pada masa lalu.
Baca Juga: Kesiapan Aparat Kunci Implementasi KUHP dan KUHAP Baru
"Walaupun Laras Faizati terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan, tetapi dengan berbagai pertimbangan, dia tidak harus menjalani pidana penjara sebagaimana terjadi di kasus serupa di masa lalu," ujarnya.
Habiburokhman menyampaikan apresiasi kepada majelis hakim, yang dinilai telah menjalankan tugasnya secara maksimal dan profesional dalam menerapkan ketentuan hukum yang baru. "Kepada Majelis Hakim kami sampaikan apresiasi karena telah maksimal menjalankan tugasnya," katanya.
Dia juga berharap, putusan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi Laras Faizati ke depan. Menurutnya, pendekatan pemidanaan yang bersifat pembinaan jauh lebih tepat dalam kasus tertentu dibandingkan hukuman penjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








