Profil Cucun Ahmad Syamsurijal: Politikus PKB yang Viral karena Pernyataan Soal Ahli Gizi

AKURAT.CO Nama Cucun Ahmad Syamsurijal kembali mencuri perhatian publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya berpendapat tentang peran ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebar luas di media sosial. Pernyataan Cucun yang menyebut bahwa ahli gizi bisa digantikan oleh lulusan SMA dengan pelatihan tiga bulan memicu perdebatan panjang, terutama di kalangan tenaga kesehatan.
Kontroversi itu menyeruak ketika Cucun menghadiri Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung. Video yang diunggah pada 16 November 2025 itu memperlihatkan dirinya terlibat diskusi panas dengan salah satu peserta rapat yang memberikan masukan soal kurangnya tenaga ahli gizi.
Namun, di balik viralnya pernyataan tersebut, sosok Cucun memiliki perjalanan panjang di dunia politik dan organisasi masyarakat. Ia bukan figur baru, melainkan tokoh yang sudah tiga kali dipercaya masyarakat untuk duduk di kursi parlemen.
Perjalanan Awal dan Jejak Pendidikan
Cucun Ahmad Syamsurijal lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 8 November 1972. Ia menempuh pendidikan tinggi di IAIC Tasikmalaya dan lulus pada 1996. Sebelum aktif di politik nasional, Cucun lebih dulu mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sejak 1998.
Di NU, ia memulai kiprah dari wilayah Solokanjeruk. Kepercayaan masyarakat NU membuatnya dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis, seperti Bendahara Umum Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung (2004–2009) hingga Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian NU (2005–2010).
Masuk ke Dunia Politik Lewat PKB
Keterlibatannya di organisasi keagamaan itu mengantarkan Cucun ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang secara historis merupakan representasi politik warga nahdliyin. Di PKB, kariernya melaju cukup cepat. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Bendahara Umum PKB Kabupaten Bandung (2005–2010), lalu kemudian memimpin Dewan Pengurus Cabang PKB Kabupaten Bandung pada 2010–2015.
Kiprahnya di politik lokal menjadi pijakan penting menuju panggung nasional. Pada Pemilu Legislatif 2014, Cucun berhasil melaju ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II dengan perolehan 37.763 suara.
Karier Tiga Periode di Parlemen
Karier politik Cucun di DPR RI terbilang stabil. Ia tercatat menjabat anggota dewan selama tiga periode berturut-turut: 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Pada periode pertamanya, ia bertugas di Komisi IV yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Namun pada Mei 2016 ia dipindahkan ke Komisi V yang mengurusi perhubungan, infrastruktur, perumahan rakyat, hingga meteorologi dan geofisika.
Menjelang akhir periode 2014–2019, ia kembali lagi ke Komisi IV. Di periode berikutnya, kariernya masih berlanjut dengan berbagai penugasan strategis. Pada 2018, ia ditetapkan sebagai penindak lanjut tugas Ketua Fraksi PKB hingga Pemilu 2019.
Pada Pemilu 2019, Cucun kembali memperoleh kepercayaan rakyat dengan suara signifikan: 108.452 suara. Tren positif itu berlanjut di Pemilu 2024, di mana ia mencatatkan “hatrick” setelah menang untuk ketiga kalinya dengan 267.788 suara—menjadi peraih suara tertinggi di dapilnya.
Keberhasilannya membuat PKB menunjuknya sebagai salah satu pimpinan DPR RI periode 2024–2029, sejajar dengan Adies Kadir, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, serta Puan Maharani sebagai Ketua DPR.
Jejak Karier di Luar Politik
Selain aktivitas legislatif dan organisasi keagamaan, Cucun juga terlibat di sejumlah bidang usaha. Ia tercatat menjabat sebagai Direktur PT GSM dan mengemban posisi Manager Marketing di PT HS.
Pernyataan Soal Ahli Gizi yang Jadi Viral
Sorotan publik terhadap Cucun meningkat drastis setelah pernyataannya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam forum SPPG yang berlangsung di Kabupaten Bandung, ia menyebut bahwa MBG tidak membutuhkan ahli gizi secara khusus.
Menurutnya, “tenaga yang menangani gizi” tidak harus berasal dari lulusan perguruan tinggi jurusan gizi. Ia menyatakan bahwa lulusan SMA atau fresh graduate bisa mengisi peran tersebut selama mengikuti pelatihan selama tiga bulan.
Dalam video yang viral itu, terdapat momen ketika salah satu peserta menyampaikan kekhawatiran bahwa tenaga non-gizi dapat berisiko menghasilkan makanan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi penerima manfaat. Namun, sebelum peserta itu menyelesaikan pendapatnya, Cucun memotong lantaran dianggap berbicara terlalu panjang.
Ketegangan terjadi ketika Cucun menyebut peserta tersebut sebagai sosok yang arogan dan menegaskan bahwa keputusan terkait kebijakan MBG berada di tangan dirinya selaku Wakil Ketua DPR. Ia menyatakan:
“Saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya.”
Cucun menambahkan bahwa diksi “ahli gizi” akan diganti menjadi “tenaga yang menangani gizi”. Dalam pernyataannya, ia menegaskan:
“Tidak perlu ahli gizi. Cocok nggak? Nanti saya selesaikan di DPR.”
Ia bahkan menyebut bahwa lulusan SMA yang mengikuti pelatihan tiga bulan dapat difungsikan sebagai tenaga gizi, karena sertifikatnya dapat dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Video tersebut sudah disaksikan ratusan ribu kali hingga Minggu pagi pukul 08.30 WIB, dan menuai ribuan komentar dari warganet maupun akun resmi organisasi politik.
Respons Publik dan Dampaknya pada Program MBG
Pernyataan Cucun memunculkan diskusi luas. Banyak pihak menilai bahwa peran ahli gizi sangat krusial untuk memastikan kualitas makanan pada program MBG. Peserta rapat juga menyarankan BGN bekerja sama dengan organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli.
Beberapa pihak khawatir, jika tenaga pengawas gizi berasal dari latar pendidikan non-gizi, kualitas makanan berisiko tidak sesuai standar. Akun resmi Partai Gerindra bahkan turut menanggapi video tersebut dengan komentar kritis.
Penutup
Sosok Cucun Ahmad Syamsurijal kini kembali berada dalam sorotan. Riwayatnya sebagai politikus PKB dan tiga periode anggota DPR menunjukkan pengaruhnya dalam dunia politik nasional. Namun pernyataannya soal ahli gizi dalam program MBG membuka ruang perdebatan baru mengenai kualitas SDM di bidang kesehatan dan ketepatan kebijakan publik.
Untuk mengetahui perkembangan terbaru soal polemik ini dan kebijakan terkait MBG, pantau terus berita terbaru di media terpercaya.
Baca Juga: Profil Fadlun Faisal Balghoits, Istri Sah Habib Bahar bin Smith yang Labrak Helwa Bachmid
Baca Juga: Profil Rully Anggi Akbar, Calon Suami Boiyen yang Viral Berkat Foto Prewedding di Yogyakarta
FAQ
1. Siapa Cucun Ahmad Syamsurijal?
Cucun Ahmad Syamsurijal adalah politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029. Ia telah tiga kali terpilih sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II.
2. Apa latar belakang pendidikan Cucun Ahmad Syamsurijal?
Cucun menempuh pendidikan tinggi di IAIC Tasikmalaya dan lulus pada 1996.
3. Kapan Cucun mulai aktif di dunia organisasi dan politik?
Ia mulai aktif di Nahdlatul Ulama (NU) sejak 1998 di wilayah Solokanjeruk. Karier politiknya dimulai ketika bergabung dengan PKB pada pertengahan tahun 2000-an.
4. Apa saja posisi penting yang pernah dipegang Cucun di NU?
Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum PCNU Kabupaten Bandung (2004–2009) dan Ketua Pengurus Wilayah LPNU (2005–2010).
5. Berapa kali Cucun terpilih sebagai anggota DPR RI?
Cucun telah memenangkan pemilu legislatif sebanyak tiga kali berturut-turut pada 2014, 2019, dan 2024.
6. Komisi apa saja di DPR yang pernah diikuti Cucun?
Cucun pernah bertugas di Komisi IV, yang membidangi pertanian dan pangan, serta di Komisi V, yang membawahi perhubungan, infrastruktur, dan perumahan rakyat. Ia beberapa kali berpindah komisi sesuai penugasan fraksi.
7. Kenapa nama Cucun menjadi viral?
Nama Cucun viral setelah pernyataannya dalam forum SPPG yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membutuhkan ahli gizi. Menurutnya, posisi itu bisa digantikan oleh lulusan SMA yang dilatih selama tiga bulan.
8. Apa isi pernyataan Cucun mengenai ahli gizi?
Dalam video, Cucun berkata bahwa MBG “tidak perlu ahli gizi” dan bahwa “lulusan SMA cerdas” dapat mengambil peran tersebut setelah pelatihan singkat dan sertifikasi.
9. Mengapa pernyataan tersebut menuai kontroversi?
Banyak pihak, termasuk tenaga kesehatan, menilai bahwa ahli gizi memiliki kompetensi khusus yang tidak dapat digantikan oleh pelatihan singkat. Pernyataan ini dianggap berisiko menurunkan kualitas makanan dalam program MBG.
10. Siapa yang mengunggah video viral Cucun?
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @hudadv pada 16 November 2025 dan langsung menarik perhatian publik karena kontennya yang memicu perdebatan.
11. Bagaimana respons peserta forum terhadap pernyataan Cucun?
Seorang peserta rapat sempat menyoroti pentingnya tenaga gizi profesional dan menyarankan BGN bekerja sama dengan organisasi profesi seperti Persagi dan HAKLI. Namun, pendapat tersebut dipotong oleh Cucun karena dianggap terlalu panjang.
12. Seberapa besar reaksi publik terhadap video tersebut?
Hingga Minggu pagi pukul 08.30 WIB, video telah ditonton lebih dari 600 ribu kali, disukai puluhan ribu pengguna, dan menuai ribuan komentar. Akun resmi Partai Gerindra juga ikut mengkritik pernyataan tersebut.
13. Apa posisi jabatan Cucun saat ini di DPR?
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI pada periode 2024–2029, mewakili Fraksi PKB.
14. Apakah Cucun memiliki latar belakang pekerjaan lain di luar politik?
Ya. Cucun mengemban peran sebagai Direktur PT GSM dan Manager Marketing PT HS.
15. Apa yang akan dibahas DPR terkait pernyataan Cucun?
Dalam videonya, Cucun menyebut bahwa ia akan membahas perubahan diksi “ahli gizi” dalam program MBG di DPR dan menggantinya dengan istilah “tenaga yang menangani gizi”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









