Akurat

Karies dan Gigi Berlubang Jadi Masalah Utama Kesehatan Gigi di Indonesia

Ahada Ramadhana | 11 September 2025, 23:59 WIB
Karies dan Gigi Berlubang Jadi Masalah Utama Kesehatan Gigi di Indonesia

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih mendominasi dalam permasalahan gigi di Indonesia. Rendahnya literasi kesehatan gigi memperparah kondisi ini.

"Mayoritas masyarakat menyikat gigi pada pagi hari saat mandi dan malam sebelum tidur, padahal yang dianjurkan adalah setelah makan," kata Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan, 57 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi, namun hanya 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang yang mencari pengobatan.

Baca Juga: Waspada! BPA pada Galon Melebihi Batas Aman, Ancaman Serius bagi Kesehatan

"Kalau sakit gigi hilang dengan obat pereda nyeri, biasanya masyarakat tidak melanjutkan ke pengobatan. Padahal masalah giginya tidak selesai," ujarnya.

Dia menegaskan, waktu menggosok gigi yang terlalu singkat juga menjadi salah satu faktor permasalahan gigi yang banyak terjadi.

"Selain waktunya tidak tepat, cara menyikat gigi juga sering terlalu singkat, hanya sekitar satu menit, sehingga kurang efektif. Padahal kesehatan gigi yang buruk bisa berdampak pada organ vital, termasuk jantung. Pada ibu hamil, infeksi gigi bahkan berisiko membahayakan janin," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri, menekankan bahwa peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Indonesia hebat dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih mudah dibandingkan pengobatan," ujarnya.

Baca Juga: MSIG Life Bayarkan Rp480 Miliar Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia di Semester I-2025

Dia menyebutkan, hanya sebagian kecil masyarakat yang rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Dari seluruh penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya sekitar 10 persen yang secara teratur melakukan pemeriksaan. Bahkan, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan benar pada waktu yang tepat.

Dia menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media sangat penting dalam meningkatkan edukasi publik. 

"Pemerintah sudah menunjukkan perhatian besar melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang juga mencakup layanan gigi. Ke depan, perlu diperkuat upaya promotif dan preventif," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.