Konflik Iran-Israel Dikhawatirkan Picu Perang Dunia III, Indonesia Harus Jadi Penyeimbang

AKURAT.CO Masyarakat Indonesia turut mengalami kekhawatiran mendalam, atas memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang makin mengarah pada kemungkinan pecahnya perang besar.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengatakan serangan terbuka Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir utama Iran sebagai lonceng bahaya yang mengancam stabilitas global.
"Saya sangat prihatin atas eskalasi terbaru di Timur Tengah, menyusul serangan terbuka Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir utama Iran. Ini merupakan peningkatan konflik yang signifikan, dengan potensi dampak geopolitik berskala global," ujar Dave kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, dunia tidak membutuhkan konflik global baru, apalagi potensi terjadinya perang dunia ketiga.
Baca Juga: Perang Iran-Israel Terbaru: Iran Luncurkan Rudal yang Dapat Bermanuver dan Bikin Israel Kelimpungan
Dalam konteks ini, dia menyerukan Indonesia tampil sebagai kekuatan moral dan penyeimbang di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.
"Dunia tidak memerlukan konflik baru, apalagi perang global. Indonesia harus tampil sebagai kekuatan moral dan penyeimbang dalam dinamika internasional yang semakin kompleks," tuturnya.
Dave menekankan pentingnya peran negara-negara nonblok, dalam mengerem eskalasi konflik dan menyerukan semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi.
Menurutnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia harus diterjemahkan dalam tindakan nyata melalui diplomasi multilateral yang kuat dan konsisten.
"Indonesia harus memainkan peran aktif dalam mendorong resolusi damai melalui diplomasi multilateral, baik di PBB, OKI, maupun ASEAN. Prinsip utama kita adalah menegakkan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk agresi militer yang mengancam stabilitas kawasan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









