Nota Diplomatik Saudi Bocor, Kemenag Klarifikasi Catatan Penyelenggaraan Haji 2025

AKURAT.CO Kementerian Agama RI buka suara soal bocornya Nota Diplomatik dari Duta Besar Arab Saudi di Jakarta terkait penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Meski surat tersebut bersifat tertutup dan ditujukan hanya ke tiga institusi—Menteri Agama, Dirjen PHU, dan Direktur Timur Tengah Kemlu—isinya terlanjur tersebar ke publik dan menuai sorotan.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa berbagai dinamika yang tercantum dalam surat tersebut sebenarnya telah ditangani dan dikomunikasikan kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi jauh sebelum puncak haji.
“Alhamdulillah, sebagian besar sudah diselesaikan di lapangan dan dijelaskan langsung ke otoritas Saudi. Catatan tersebut lebih bersifat korektif dan untuk perbaikan ke depan,” kata Hilman di Madinah, Jumat (20/6/2025).
Lima Isu Utama dan Penanganannya
1. Ketidaksesuaian Data Jemaah:
Ada perbedaan data antara e-Haj, Siskohat, dan manifest penerbangan akibat pembatalan mendadak (sakit, meninggal, dll).
“Kami lakukan rekonsiliasi harian dengan pihak Saudi. Semua sudah beres,” ujarnya.
2. Pergerakan Madinah–Makkah Tidak Sesuai Syarikah:
Baca Juga: Gaya Rambut Pria Sesuai Bentuk Muka yang Tren di 2025
Beberapa jemaah harus diberangkatkan terpisah karena beda syarikah. Transportasi khusus disiapkan, dan hal ini telah dikomunikasikan ke pihak Saudi.
3. Penempatan Hotel di Makkah:
Sebagian jemaah berpindah hotel tanpa koordinasi.
Isu ini terjadi karena alasan keluarga, lansia, atau keinginan bergabung dengan kloter. Mayoritas jemaah tetap sesuai syarikah.
4. Isu Kesehatan dan Lansia:
Tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian.
“Kami sudah koordinasi agar pendamping KBIHU tidak terlalu memaksakan ibadah sunah,” jelas Hilman.
Ia juga meminta keluarga tidak memaksakan lansia dengan kondisi berat berangkat haji.
5. Penyembelihan Dam dan Qurban:
Saudi menginginkan kontrak resmi dengan Adahi, sementara sebagian jemaah Indonesia sudah terlanjur menyepakati penyembelihan secara mandiri atau lewat RPH lokal.
“Ini perlu jadi bagian dari kebijakan haji ke depan,” tegasnya.
Hilman memastikan, semua temuan dalam Nota Diplomatik telah dibahas dan diselesaikan bersama Kementerian Haji sebelum fase puncak haji.
Ia menekankan pentingnya menjadikan catatan tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan tata kelola haji ke depan.
Sebelumnya, nota diplomatik Saudi menyoroti sejumlah pelanggaran administratif dan teknis, termasuk pemrosesan data tidak sesuai prosedur, penempatan hotel tak layak, pelanggaran protokol kesehatan, hingga tingginya kematian jemaah Indonesia (50 persen dari total jemaah wafat dari luar negeri).
Nota tersebut juga menyoroti tidak adanya kontrak resmi Indonesia dengan Adahi untuk layanan dam dan qurban, yang diwajibkan dalam sistem haji Saudi.
Baca Juga: ASN Bisa Kerja Lebih Fleksibel, Kemendagri Segera Buat Surat Panduan bagi Kepala Daerah
Kemenag berharap, publik tidak terjebak pada narasi heboh dan bisa memahami konteks bahwa sebagian besar isu yang disebutkan sudah ditangani melalui mekanisme diplomatik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini









