Kapolri Mendatang Harus Jadi Garda Depan Wujudkan Agenda Antikorupsi Presiden Prabowo

AKURAT.CO Pemilihan calon Kepala Polri (Kapolri) mendatang harus mempertimbangkan komitmen terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemberantasan korupsi, narkoba dan penegakan hukum.
"Presiden Prabowo, dalam banyak kesempatan, selalu menekankan pentingnya pemberantasan korupsi, penyelewengan dan manipulasi. Maka, Kapolri yang baru harus jadi garda terdepan dalam membantu mewujudkan Asta Cita Presiden," ujar Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/6/2025).
Baca Juga: Amnesty Internasional Minta Kapolri Kembali Buka Kasus Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus Taman Safari
Hal itu dikatakan Nasir saat ditanya mengenai kandidat pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dia menekankan bahwa pemimpin Polri mendatang harus memiliki karakter kuat dan reputasi yang baik. Serta rekam jejak yang dapat diandalkan untuk menjalankan misi besar Presiden Prabowo di bidang keamanan dan penegakan hukum.
Baca Juga: Kapolri: Jumat Agung Momentum Perkokoh Persatuan Bangsa
"Prabowo senang dengan orang-orang pintar dan berkarakter. Di institusi Polri, Adhi Makayasa bisa jadi salah satu indikatornya, tapi yang utama adalah kapabilitas dan integritas," katanya.
Menurut Nasir, sosok Kapolri dari internal di Mabes Polri lebih ideal dibandingkan perwira tinggi yang kini berada di luar institusi.
Baca Juga: Ajudan Kapolri yang Intimidasi Jurnalis Semarang Harus Dipecat
Hal ini penting agar Kapolri baru tidak memiliki jarak dengan perkembangan terkini di lembaga kepolisian.
"Kalau orang dalam, mereka mengikuti dinamika yang terjadi. Kalau dari luar, apalagi tak beririsan langsung dengan tugas kepolisian, ya agak sulit. Bisa mengganggu sistem internal yang sudah berjalan," jelasnya.
Baca Juga: Kapolri Naikkan Pangkat Luar Biasa kepada Tiga Polisi Korban Penembakan di Way Kanan
Meski begitu, Nasir mengakui kewenangan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
DPR hanya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap nama-nama yang diajukan.
"Presiden yang memilih, DPR hanya menguji. Tapi tentu Presiden akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk harapan masyarakat. Dan saya yakin Presiden tahu siapa yang tepat untuk mewujudkan agendanya di Polri," pungkas Nasir.
Baca Juga: Ketua MPR Soal Kasus Pencabulan Kapolres Ngada: Kapolri Tahu Apa yang Harus Dilakukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








