Golkar: Tidak Ada Matahari Kembar, Presiden Kita Hanya Prabowo

AKURAT.CO Partai Golkar menegaskan isu matahari kembar di pemerintahan Prabowo Subianto yang tengah mencuat harus disudahi.
Sebab, Presiden RI saat ini hanyalah Prabowo Subianto.
Begitu yang dikatakan Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (18/4/2025).
"Tidak ada matahari kembar. Presiden kita adalah Presiden Prabowo Subianto. Hanya ada itu dan beliau adalah Kepala Negara kita," jelasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham, juga menegaskan hal yang sama.
Baca Juga: Isu Matahari Kembar Sengaja Digoreng untuk Membenturkan Hubungan Prabowo-Jokowi
Ia menganggap isu matahari kembar seharusnya tidak ditanggapi secara berlebihan.
Idrus menganggap bahwa isu ini sengaja dimainkan untuk membenturkan hubungan Presiden Prabowo dengan mantan presiden Joko Widodo.
"Ya, saya kira kita kan sudah tahu, yang paling dibenturkan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Dianggap masih ikut cawe-cawe," katanya.
"Sekali lagi, enggak ada matahari kembar. Yang ada hari ini real presiden, otentik presiden adalah Prabowo," tegas Idrus.
Narasi adanya matahari kembar muncul terkait dinamika relasi antara Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang mengunjunginya saat momen Lebaran.
Baca Juga: Golkar Tegas Bantah Isu Matahari Kembar dalam Pemerintahan Prabowo
Isu ini pertama kali disebut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera.
Dia mengingatkan bahwa jangan ada matahari kembar atau dualisme kepemimpinan karena kedekatan para menteri dengan Jokowi.
Menurutnya, kunjungan silaturahmi sah-sah saja, namun tetap perlu menempatkan kewibawaan Presiden Prabowo sebagai pemimpin tertinggi.
"Pak Prabowo itu Presiden kita. Beliau sudah menunjukkan komitmen dan kapasitasnya. Saya yakin beliau tidak tersinggung. Tapi, satu pesan saya, jangan sampai muncul matahari kembar. Satu matahari saja sudah berat, apalagi dua," kata Mardani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









