Menteri Agama: Tidak Ada Perbedaan Makan Bergizi Gratis bagi Santri

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memastikan bahwa tidak ada perlakuan berbeda bagi santri maupun pelajar madrasah dibandingkan siswa sekolah umum dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Hal itu disampaikan Menag saat meninjau simulasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis kepada sekitar 200 santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ummat di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu (30/11/2024).
"Tidak ada bedanya dengan sekolah umum. Sama-sama menikmati hasil pembangunan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Semua makan gratis," katanya, melalui keterangan tertulis, Minggu (1/12/2024).
Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, Menag memastikan bahwa lembaga-lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama sudah siap untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Meski Anggaran Turun, Pemerintah Bakal Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
"Ini kan program pemerintah sekarang. Jadi tidak akan kita beda-bedakan satu sama lain, semuanya sama dan siap," ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, yang turut mendampingi Menag melakukan peninjauan, mengatakan, simulasi kali ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Sulbar melaksanakan program Makan Bergizi Gratis bukan hanya untuk sekolah umum tetapi juga madrasah dan pondok pesantren.
"Seperti yang diungkapkan Pak Menteri, jadi tidak hanya diperuntukkan untuk sekolah umum tetapi sampai ke madrasah dan pesantren," ujarnya.
Menurut Adnan, pemenuhan makanan bergizi secara cuma-cuma untuk santri sebetulnya sudah cukup lama diterapkan oleh pondok pesantren, jauh sebelum pencanangan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Cerita Prabowo Pernah Dibilang Setengah Gila Gara-gara Program Makan Bergizi Gratis
Kendati demikian, ia berharap keberadaan program Makan Bergizi Gratis menghadirkan standardisasi kualitas gizi atas makanan-makanan yang disajikan untuk santri.
"Nah hari ini, empat sehat lima sempurnanya itu Insya Allah akan terstandardisasi. Dan mudah-mudahan ini bukan hanya sekedar simulasi tapi ini bisa diwujudkan dalam waktu yang singkat," jelas Adnan.
Turut mendampingi Menag dalam peninjauan tersebut antara lain Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin.
Usai meninjau simulasi Makan Bergizi Gratis, Menag juga melakukan penanaman pohon di area Ponpes Nahdlatul Ummat sebagai tindak lanjut pelaksanaan Deklarasi Istiqlal lintas agama.
Baca Juga: Anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak dan Ibu Hamil Ditetapkan Rp10.000
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









